Konferensi pers di Kantor Bawaslu Kabupaten Mateng, Sulbar, pada Rabu, 6 Maret 2019. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Beberapa waktu lalu di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) sedang viral sebuah video yang diunggah di akun media sosial, facebook, oleh ‘seseorang’.

Video berdurasi pendek itu berisi kegiatan yang diduga sebagai bentuk pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh salah seorang pejabat di daerah itu.

Dengan kejadian dalam unggahan video itulah yang membuat pihak Bawaslu Kabupaten Mateng melakukan konferensi pers bersama sejumlah wartawan di Topoyo, Mateng, Rabu, 6 Maret 2019.

Dalam keterangannya, Ketua Bawaslu Mateng Elmansyah mengatakan bahwa pihak kami akan melakukan klarifikasi dan sekaligus investigasi terhadap orang yang sedari awal menyaksikan secara langsung di tempat kejadian tentang video yang beredar itu.

Menurutnya, apakah benar apa yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, seperti yang ada di dalam video itu, adalah benar pelanggaran Pemilu.

Elmansyah tambahkan, bahwa ini masih status dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh seorang pejabat di Mateng yang telah beredar di media sosial sejak beberapa hari yang lalu.

“Memang ini masih status dugaan. Maka dari itu kita perlu melakukan langkah yakni mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan,” jelas Elmansyah.

Setelah upaya konfirmasi, klarifikasi, dan bahkan investigasi, sebut Elmansyah, maka selanjutnya Bawaslu akan menentukan apakah ini merupakan temuan pelanggaran atau bukan.

“Kalau memang ditemukan atau ada dugaan pelanggaran Pemilu, maka pihak Bawaslu akan mengundang para pihak yang berwenang, seperti Kepolsian dan Kejaksaan. Pihak Bawaslu tidak ingin gegabah untuk melakukan atau mengambil pernyataan keputusan atau kesimpulan sendiri tanpa melalui rapat Bawaslu untuk langkah pembahasan awal,” urai Elmansyah.

Hingga pelaksanaan konferensi pers tersebut, pihak Bawaslu Mateng mengaku belum mengonfirmasi kepada sejumlah pihak yang disebutkan dalam video yang viral itu.

“Untuk penanganan ini, sebelum melakukan konfirmasi atau mengklarifikasi untuk meminta keterangan ke pihak yang diduga atau disangkakan oleh publik (tersangka), terlebih dahulu kami akan meminta keterangan kepada orang-orang yang ada di tempat kejadian. Setelah itu, untuk klarifikasi terakhir, kami akan melakukan konfirmasi dan klarifikasi ke pihak yang bersangkutan atau terduga untuk memintai keterangan,” ujar Ketua Bawaslu Mateng Elmansyah.

Elmansyah tambahkan, kami tidak ingin mengambil kesimpulan sendiri, karena ini masih dalam tahap proses, kita tidak bisa langsung memastikan bahwa ini pelanggaran.

Penjelasan terakhir, “Satu-satunya yang bisa memutuskan bahwa ini (isi video, red) memang pelanggaran adalah putusan dengan prosedur yang jelas. Keputusan itu diambil bersama yang di dalamnya itu ada pihak Kepolisian, Bawaslu, dan Kejaksaan. Jadi Praduga tak bersalah itu kita kedepankan. Kita tidak boleh langsung memvonis tanpa melalui prosedur.”

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR