Ketua DPRD Mateng Arsal Aras (kanan) menerima naskah KUA-PPAS yang diserahkan oleh Sekda Mateng Askary Anwar saat berlangsung rapat paripurna di Gedung DPRD Mateng, Jumat, 12 Juli 2019. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Eksekutif atau Pemkab Mamuju Tengah (Mateng) yang mewakili Sekretaris daerah (Sekda) Mateng Askary Anwar menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Mateng tahun anggaran 2020 di Gedung DPRD Mateng, Jumat, 12 Juli 2019.

Sekda Mateng Askary menyerahkan KUA-PPAS tersebut dan diterima oleh Ketua DPRD Mateng Arsal Aras saat berlangsung rapat paripurna di gedung DPRD Mateng pada Jumat siang.

Dalam sambutannya, Askary Anwar mengatakan, KUA ini sifatnya strategis karena merupakan tahapan awal yang memuat kebijakan pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan yang lebih lanjut menjadi pedoman PPAS dan APBD Mateng.

Menurut, Askary bahwa substansi dari PPAS ini mencerminkan prioritas pembangunan daerah yang dikaitkan dengan sasaran yang ingin dicapai, termasuk program prioritas dari OPD terkait.

“PPAS juga menggambarkan pagu anggaran sementara di masing-masing OPD berdasarkan program kegiatan. Pagu sementara tersebut akan menjadi pagu defenitif setelah peraturan daerah (Perda) tentang APBD disepakati bersama antara DPRD Mateng dan Pemkab Mateng, serta rancangan peraturan bupati tentang penjabaran APBD tersebut ditetapkan menjadi Peraturan Bupati (Perbub),” ungkap Askary.

Rapat paripurna terkait penyerahan naskah KUA-PPAS oleh pihak Pemkab Mateng ke DPRD Mateng, Jumat, 12 Juli 2019. (Foto: Ruli)

Lanjut Askary mengatakan, tujuan dan sasaran pembangunan sesuai dengan visi dan misi Bupati Mateng periode 2018-2021, yaitu terwujudnya kemandirian daerah dalam bingkai lallak tassisarak melalui gerakan membangun Mateng untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat.

KUA Pemkab Mateng 2020 sesuai dengan amanat undang-undang dengan mengalokasikan anggaran Dana Desa dari APBD sebesar 10 persen, urusan kesehatan sebesar 20,70 persen, dan urusan pendidikan belum mencukupi 20 persen, namun mengalami peningkatan yaitu 18,75 persen atau naik 2,04 persen dari tahun 2019.

“Pada tahun anggaran ini kemampuan anggaran sangat terbatas sehingga kita tidak mampu menampung seluruh aspirasi masyarakat, tapi insya Allah dengan niat yang baik dari kita semua pemerintah daerah akan tetap bersungguh-sungguh berupaya secara bertahap, komitmen, dan mewujudkan secara konsistensi dalam pengembangan tugas Bupati Mateng yang berpihak langsung kepada masyarakat,” ujar Askary.

Ia juga katanya, pimpinan dan anggoata DPRD Mateng dapat secara arif dan bijaksana dalam membahas dan menerima masukan demi kelengkapan atau penyempurnaan penyusunan rancangan sehingga hasil dapat disepekati dalam nota kesepakatan antarpemkab dan DPRD Mateng.

“Saya berterima kasih serta mengapresiasi semangat para anggota dewan yang tidak kendor karena memang kita harus ekstra kerja keras mengingat waktu kita sangat terbatas, padat untuk kepentingan orang banyak,” kata Ketua DPRD Mateng Arsal Aras.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR