Pendidikan dan pelatihan jajaran DPC Partai Demokrat Kabupaten Mateng. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Partai Demokrat Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menggelar pelatihan dan pendidikan politik di aula Sekolah Keperawatan Almubarak Topoyo, Kamis, 7 November 2019.

Bukan hanya para anggota DPRD dari Fraksi Demokrat yang terpilih mengikuti pelatihan dan pendidikan politik tersebut, tetapi juga diikuti para kader Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Pengurus Anak Cabang (PAC) serta simpatisan partai Demokrat se-Kabupaten Mateng.

Pelatihan dipimpin langsung oleh Ketua DPC Partai Demokrat Mateng yang juga Ketua DPRD Mateng Arsal Aras.

Dalam sambutannya, Arsal berharap agar kegiatan pendidikan politik tersebut  berjalan lancar serta berharap agar anggota DPRD dari partai Demokrat yang terpilih maupun kader-kader partai agar senantiasa membangun dealektika dan senantiasa dijaga.

“Bahwa partai politik yang dianut oleh pemerintah saat ini yang menjadi sebuah sistem bagaimana kita bisa membangun sebuah demokrasi di negara kita,” kata Arsal Aras.

“Saya ingin menyampaikan bahwa di Undang-Undang 23 tahun 2014, yang namanya pemerintahan daerah itu ada dua, ada eksekutif dan ada legislative,” ungkap Arsal.

Selanjutnya, Eksekutif itu dimotori oleh bupati dan sampai ke bawah birokrasinya,  mereka adalah orang-orang profesional  yang seleksi masuk pegawai dan berjenjang ke atas untuk mendapatkan posisi pangkat dan jabatan. Kalau legislative, lanjut Arsal, adalah orang-orang partai politik yang terpilih kemarin di hasil pemilu, itulah kategori legislatif.

Makanya di undang-undang 23 ada dua kelompok ini tidak saling membawahi. Bupati tidak membawahi DPR, DPR tidak membawahi pemerintah, tapi kita adalah mitra sejajar yang sama-sama ingin membangun daerah.

“Kalau pemerintah daerah bilang saya mau bangun bandara di Mateng, tapi jika DPRD bilang tidak boleh tidak bisa, dan sebaliknya kalau DPRD ingin membangun sebuah bandara di Mateng tetapi pemerintah daerah bilang kami tidak bisa, kami tidak memiliki dana juga tidak bisa,” jelasnya.

Selanjutnya Arsal memaparkan poin dan peranan penting partai politik dalam sebuah pemerintahan, dan peranan fraksi dalam mengontrol orang-orang di DPRD sesuai dengan ketentuan.

Di pelatihan dan pendidikan politik tersebut, selain mengajak untuk berdialog, Arsal juga berharap agar lebih berinovasi lagi, guna untuk mengurangi angka kemiskinan.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR