Sejumlah perwakilan petani sawit yang hadir dalam pertemuan silaturahmi dengan Bupati Mamuju Tengah, Topoyo, Senin, 23 Juli 2018. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Utang perusahaan perkebunan sawit PT Trinity Palmas Plantation (TPP) yang bermarkas di Topoyo, Mamuju Tengah, kepada sejumlah kelompok tani kebun sawit sebesar Rp 31 miliar lebih itu, dari penundaan pembayaran selama 3 bulan terakhir, telah dibayar lewat transfer oleh pihak perusahaan kepada salah seorang kelompok tani baru sebesar Rp 3,5 miliar.

Jadi utang perusahaan kepada petani masih tersisa Rp 27 miliar lebih.

Hal ini terungkap pada saat rapat dengar pendapat di ruang Komisi II DPRD Mamuju Tengah pada Jumat, 20 Juli 2018.

Pada Senin, 23 Juli, pantauan kru laman ini, sejumlah oknum kelompok tani sawit berada di sekitar kantor dewan Mateng. Ketika itu beredar isu bahwa petani itu akan turun demo di dewan dengan agenda tuntutan pembayaran penulasan piutang mereka.

Pada siangnya, diketahui jika pihak Pemkab Mamuju Tehgah mengundang perwakikan kelompok tani membicarakan perihal utang piutang itu.

Dan, benar. Pada Senin siang itu, Bupati Mamuju HM Aras Tammauni menerima tetamu dalam jumlah terbatas di ruang kerjanya.

Selain sekitar 8 orang sebagai perwakikan petani, hadir pula salah seorang wakil DPRD Mamuju Tengah. Belakangan diketahui, legislator yang hadir pada rapat tertutup itu adalah Anwar Laumma.

Dari legislator Anwar Laumma pulalah sumber resmi berita ini. Legislator ini tergabug di komisi dua—komisi yang selama ini memperbincangkan perihal utang petani sawit.

Pada sebuah wawancara yang berlangsung di rumah Anwar Laumma, Topoyo, Senin malam, 23 Juli, tepat pukul 19.45 WITA, Anwar bicara terbatas kepada kru laman ini.

“Untuk agenda pertemuan resmi seperti kemarin, hari ini tidak ada dikarenakan pihak perwakilan PT Trinity tidak ada. Mamang hari ini (Senin, 23 Juli, red) tidak ada pemanggilan kepada pihak PT. Trinity. Ini hanya merupakan pertemuan silaturahmi,” ujar Anwar Laumma.

Pertemuan yang dimaksud Anwar Laumma adalah pertemuan pada Senin siang di ruang kerja Bupati Mamuju Tengah HM Aras Tammauni.

Saat wawancara berlangsung, tampak benar Anwar Laumma seolah tertekan secara psikologis. Sejumlah uraiannya itu ada yang tersirat “off the record”—tidak untuk keperluan publikasi.

Menurut Anwar, para perwakilan dari petani sepakat mengusulkan untuk melakukan silaturahmi kepada Bupati Mamuju Tengah untuk mencari solusi penyelesaian terkait permasalahan ini.

Dari hasil pertemuan silaturahmi di kantor bupati antara pihak perwakilan petani dan bupati, Aras Tammauni mengatakan begini.

“Kami selaku pemerintah Mamuju Tengah menghimbau kepada para perwakilan petani sawit maupun pihak petani yang merasa dirugikan untuk bersabar dulu, dan jangan sampai ada hal-hal yang dapat menimbulkan kekerasan.”

Begitu Anwar mengulang pesan bupati Aras kepada petani saat rapat tertutup itu. rapat itu, menurutnya rapat tidak resmi, silaturahmi saja yang singkat.

Aras Tammauni berharap kepada petani, begitu dikutip dari penjelasan Anwar, “Berikan dukungan dan kepercayaan kepada kami untuk menyelesaikan masalah ini.”

Ia juga bilang, bupati akan berusaha melakukan komunikasi dan memanggil Direktur PT Trinity PP dengan meminta dan sekaligus membicarakan agar di bulan 8 dan 9 (Agustus dan September) bisa bayar utangnya yang masih kurang lebih Rp 27 miliar lebih.

“Dari sisa utang yang ada, pak bupati akan mengusahakan,” tegas Anwar Laumma, mengutip penyampaian bupati.

Dari Dodi, salah seorang perwakilan kelompok tani berbicara kepada kru laman di Topoyo.

“Hari ini (Senin, red) yang datang dari perwakilan petani sawit, di antaranya, Kelompok Tani Widya Buah, Kelompok Tani Padang Raya, Kelompok Tani Tratai Mekar, Kelompok Tani Sinar Wajo, Kelompok Tani Cipta Karya, dan Kelompok Tani Buana Harta,” urai Dodi.

Dodi menambahkan, mohon maaf sebelumnya, kami dari perwakilan petani sawit  tidak dapat berkomentar lebih banyak, karena lagi-lagi perwakilan dari perusahaan PT Trinity Tidak ada yang hadir.

“Jadi yang dapat kami simpulkan untuk saat ini, dari pembahasan pada pertemuan silaturahmi kami bersama Bupati Mamuju Tengah, yang kebetulan pertemuannya di Kantor Bupati Mamuju Tengah, adalah instruksi atau pesan beliau. Kami bersama masyarakat petani yang dirugikan sepakat menyerahkan permasalahan ini kepada beliau. Beliau juga kami anggap sebagai orang tua di Mamuju Tengah. Kami akan bersabar dan mengupayakan menjaga sesuatu hal yang dapat menimbulkan kekerasan yang tidak diinginkan. Itu kemauan orang tua kita, dan kami hargai atas usaha beliau untuk menyelesaikan permasalahan kami,” jelas Dodi.

Ia bilang lagi, “Kami akan menunggu hasil konfirmasi dari beliau antara bulan delapan sembilan.”

Dan, katanya, hal ini juga akan kami sampaikan kepada teman-teman petani sesuai instruksi orang tua kita di atas (HM Aras Tammauni, red).

RULI SYAMSIL/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR