Seorang bayi meninggal dalam kandungan seorang ibu, Hasnawia (25). (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Tobadak– Seorang bayi meninggal dalam kandungan seorang ibu, Hasnawia (25).

Saat meninggalnya bayi itu, Hasnawia sedang menunggu keterangan rujukan dari pihak Rumah Sakit (RS) Satelit di Mamuju Tengah (Mateng).

M.Yusuf, kakak Hasnawia menduga, si pasien yang koma di RS Regional Sulbar, itu lantaran lama menunggu surat rujukan di RS Satelit tersebut.

Pasien yang kini terbaring di rumah sakit pelat merah di Mamuju itu, diketahui warga Dusun Waitumbur, Desa Tumbu, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mateng.

Meninggalnya anak dalam kandunhan si pasien itu, dugaan Yusuf, dipengaruhi sulitnya beroleh rujukan di RSUD satelit itu.

Yusuf dikonfirmasi pada Minggu, 5 Juli 2020.

Yusuf mengatakan, pada Senin, 29 Juni 2020, Hasnawia sempat dirawat di RS Satelit Mateng. Bahkan, salah seorang petugas di rumah sakit itu sempat memeriksa kemaluan Hasnawia.

“Saat itu mengaku tidak mampu menangani, dan harus dioperasi karena sudah kritis,” kata Yusuf menirukan petugas tersebut.

Keterbatasan fasilitas di rumah sakit itu untuk operaai pasien, lanjut Yusuf, sehingga pihakRSUD Satelit sarankan agar pasien dirujuk ke rumah sakit regional di Mamuju.

Sudah begitu, dan ini aneh bagi Yusuf, sudah tahu pasien kritis dan dan mesti dioprasi, pihak Satelit masih mengharuskan pihak pasien dan suaminya jalani Rapid Test.

“Salah sala satu syarat, jiga itu tidak ada pasien akan ditolak di Mamuju,” kata Yusuf.

Rapid Test di dua tempat yang berjauhan, si pasien dirapid di RSUD Satelit, sedangkan suaminya di sebuah klinik di Desa Pangalloang, Topoyo. “Jaraknya jauh. Kami disuruh bayar Rp600 ribu. Aneh,” protes suami pasien, Yusuf.

Hasil rapid itu lambat sementara pasien sudah dalam keadaan kritis. Yusuf kemudian ambil “langkah seribu” berangkat ke Mamuju.

Di RS Regional, pihak rumah tak meminta hasil rapid tes keduanya. “Kami kecewa dengan pelayanan RS Satelit Mateng,” Yusuf marah. Dan ia bilang, “Rapid Rest yang disarankan RS Satelit, rupanya tidak ada manfaatnya.”

Bayi Hasnawiah berjenis kelamin laki-laki telah tiada. Semua terang benderang setelah operasi itu dilakukan.

Kata Yusuf, operasi istrinya selesai pada pukul 02.30 WITA, Minggu, 5 Juli 2020. Di ruang ICU itu istrinya koma. Hingga kini masih dalam penanganan yang intensif.

Dikonfirmasi pada Senin, 6 Juli 2020, Kepala Rumah Sakit Satelit Mateng dr. Patonrengi mengatakan, proses rujukannya juga menurut kami wajar seperti biasa, sebab setiap pasien yang akan dirujuk terlebih dahulu kami rapid tes, adapun rapid tes yang juga diwajibkan kepada pendamping pasien itu karena rekomendasi rumah sakit tujuan mengharuskan itu. “Bukan dari kami,” ujarnya.

“Persoalan bayar oleh pihak pendamping itu juga kami tidak tahu, kalau berupa klinik mandiri memang bayar, tapi kalau dari kami pihak RSUD Satelit dan Puskesmas Topoyo, rapid tes pasien gratis,” terang Patonrengi.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR