Contoh anak yang menderita penyakit campak. (Foto: Net.)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tengah melakukan kegiatan sosialisasi tentang campak rubella di halaman sekolah SD Ngapoa, Topoyo, 1 Agustus 2018.

Kepala Dinas Kesehatan Mamuju Tengah Setyo Bero mengatakan, kegiatan sosialisasi ini penting kita laksanakan guna memberikan dan menambah pengetahuan kepada petugas kesehatan tentang imunisasi MR.

“Nantinya diberikan perlindungan anak dari penyakit bawaan seperti, kelainan jantung, penglihatan, pendengaran, dan retardasi mental yang disebabkan infeksi penyakit rubella pada saat hamil,” ujar Setyo Bero.

Sasaran MR ini, katanya, adalah anak berusia 7 tahun hingga 15 tahun. Berdasarkan data Pusdati berjumlah sekiar 39.072 anak.

“Ini merupakan program dari pemerintah pusat dengan target nasional yang harus dicapai yaitu 95 persen. Untuk Kabupaten Mamuju Tengah sendiri bisa mencapai 100 persen untuk mencegah penyakit MR rubella,” urai Setyo Bero.

Ketua DPRD Mamuju Tengah Arsal Aras Tammauni saat beri sambutan mengatakan, pentingnya imunisasi campak rubella ini karena anak-anak kita di usia dini, dari 7 tahun sampai 15 tahun.

“Saya kira ini bentuk apresiasi sehingga kita lakukan sosialisasi secara bersama-sama sampai kepada pemerintahan yang terkecil yaitu dusun. Karna itu, pemerintah kecamatan dan desa ini penting kita libatkan. Saat ini berkaitan dengan kesehatan, bahwa ini tidak berbanding lurus dengan apa yang kita lakukan saat ini dengan kegiatan dan kondisi yang ada di rumah sakit,” urai Arsal Aras.

Kita liat data warga miskin, sebutnya, datanya sekian tapi tiba-tiba mengurus ketidak-mampuan yang itu berkaitan data-data BPJS. Kadang mendadak tiba-tiba membengkak, penyebab kenapa demikian karena terkadang kita tidak sadar dengan kesehatan kita.

Ketua DPRD Mamuju Tengah Arsal Aras Tammauni bersama ibu Asriani Arsal turut menghadiri kegiatan sosialisasi tentang penyakit campak di halaman sekolah SD Ngapoa, Topoyo, 1 Agustus 2018. (Foto: Ruli)

“Memang yang tidak mampu ditanggung oleh pemerintah daerah terkait dengan kesehatan, ya, diharapkan ikut BPJS mandiri. Terkadang ada orang punya motor dan mobil, tapi ketika mau masuk rumah sakit urus dulu ke desa keterangan tidak mampu, akhirnya dapat BPJS. Jadi kan lucu,” sebut Arsal Aras.

Begitupun imunisasi, sebutnya, terkadang persoalan yang seperti ini diabaikan dan diremehkan orang tua, padahal dampak yang akan dirasakan kepada kesehatan anak-anak usia dini luar biasa.

“Sehingga kegiatan imunisasi campak rubella yang seperti ini didukung pemerintah agar berjalan dengan baik,” kata Arsal.

Menurut Asisten Bidang Pembangunan Pemkab Mamuju Tengah M. Yusuf Unja, saat ini kita mengukir sejarah baru tentang kesehatan dan kemanusiaan yang menjadi perlindungan dan hak-hak bagi anak-anak kita.

“Di Kabupaten Mamuju Tengah, imunisasi MR dimulai pada 1 Agustus 2018 yang dilaksanakan mulai PAUD, TK, SD, SMP, sampai kelas 1 SMA yang baru berumur 15 tahun,” ujar Yusuf.

Ia berharap, sebagai pemerintah agar generasi muda di Mamuju Tengah sehat, kuat, cantik, tampan, dan cerdas serta bisa percaya diri ketika tampil sebagai pemimpin.

“Ini bukan hanya sebatas angan-angan dan mimpi, tapi visi jauh ke depan tentang masa depan Mamuju Tengah,” tegas Yusuf Unja.

Kegiatan juga dihadiri oleh Sekretaris Kabupaten Mamuju Tengah Askary, kepala OPD lingkup Pemkap Mamuju Tengah, para camat, para kepala desa se-Kecamatan Topoyo, kepala Puskesmas se-Kabupaten Mamuju Tengah, serta Babinsa.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR