Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa, melakukan teleconference bersama Gubernur Sulawesi Barat. (Foto: Wahyu)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Pemerintah Kabupaten Mamasa terus bergerak melawan penyebaran Covid-19 dengan memperketat pengawasan di sejumlah pintu masuk wilayah Kabupaten Mamasa.

Hal itu disampaikan Bupati Mamasa Ramlan Badawi saat menggelar teleconference dengan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Ali Baal Masdar (ABM), Senin, 6 April 2020, siang tadi.

Saat teleconference berlangsung Bupati Ramlan didampingi Wakil Bupati Mamasa Martinus Tiranda dan Sekretaris Daerah Ardiansyah.

Dalam teleconference itu, Bupati Ramlan meyampaikan, sebagai langkah antisipasi penularan Covid-19 di Mamasa, pihaknya melakukan pengawasan secara ketat di setiap perbatasan Kabupaten Mamasa melalui tim Gugus Tugas.

Kata Ramlan, di setiap perbatasan antarkabupaten telah didirikan sejumlah pos pengawasan bagi warga yang hendak bergerak ke Kabupaten Mamasa.

Ramlan menyebutkan, adapun beberapa pintu masuk yang telah didirikan posko diantaranya, perbatasan Kabupaten Polman – Mamasa, Mamuju – Mamasa,Toraja – Mamasa dan Pinrang – Mamasa.

Ramlan menyampaikan, di Mamasa ini terdapat banyak titik-titik yang merupakan pintu keluar dan masuknya masyarakat, sehingga Pemda akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk membatasi pergerakan masyarakat.

“Alhamdulillah sampai saat dengan kerjasama yang baik oleh seluruh Forkopimda Mamasa masih aman,” ujar Ramlan Badawi.

Selain itu, Ramlan Badawi juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Mamasa terdapat Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 209, 160 orang diantaranya masih dalam proses pemantauan dan 49 telah selesai pemantauan.

Dikatakannya, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien yang postif,  hingga saat ini belum ada di Kabupaten Mamasa.

“Muda-mudahan seterusnya tidak ada yang PDP terlebih positif,” pungkasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR