Lokasi Pegembangan Tomat Organik di Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa. (Foto: Frendy)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, terus melakukan pengembangan kawasan pedesaan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian serta menciptakan lapangan kerja baru yang merata bagi masyarakat desa.

Selain wisata dan budidaya bunga anggrek, kini pengurus BumDes di desa tersebut lagi menggenjot penanaman tomat organik dengan melibatkan sejumlah ibu-ibu di desa.

Sekitar 8×30 meter lahan yang berada di Dusun Rantepongko sedang digarap dan sudah siap ditaburi biibit dengan melibatkan sekitar 30 Ibu rumah tangga.

“Sengaja kami dorong ibu-ibu rumah tangga dalam program ini agar mereka juga bisa produktif, apalagi saat ini, kita sedang dalam situasi sulit akibat pademi Covid-19,” ujar ketua BUMDes Tondokbakaru, Andarias yang ditemui di lokasi, Sabtu 27 Maret 2021.

Menurutnya, BUMDes harus mendapat pendampingan yang kuat agar bisa tumbuh dan menjalankan perannya mengembangkan kesejahteraan masyarakat.

“BUMDes sifat pemberdayaan sehingga fokus kami memikirkan masyarakat di desa bisa diberdayakan agar menjadi produktif sebagai upaya mendorong kemajuan ekonomi,” ungkapnya.

Andarias targetkan, selama satu tahun usaha tomat organik yang sementara dikelola BUMDes tersebut, bisa mencapai sekitar 10 kwintal per tahunnya dengan perhitungan setiap panen bisa menghasilkan paling sedikit 2 kwintal.

Dikonfirmasi terkait proses pemasaran nantinya, Andarias mengatakan sudah ada target tempat pemasaran nantinya, termasuk penjualan akan dilakukan secara offline dan online dengan memanfaatkan kekuatan digital yang dimiliki BUMDes.

“Kalau target pemasaran itu sudah ada, tinggal kami cari warga di desa untuk kita berdayakan. Pada proses pemasaran nanti bisa dilakukan offline dan online semua,” tuturnya.

Pihaknya berharap proses tanaman tomat organik itu bisa berjalan lancar, demi mendorong kemajuan ekonomi masyarakat di desa.

Selain usaha tomat organik, ada beberapa usaha milik BUMDes yang sementara digarap termasuk pengembangan wisata Desa Anggrek.

FRENDY

TINGGALKAN KOMENTAR