Ruas jalan poros Mehalaan - Keppe, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), nyaris tertutup akibat longsor dibawah terik matahari. (Foto: Wahyu)

TRANSTIPO.com, Mehalaan – Ruas jalan poros Mehalaan – Keppe, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), nyaris tertutup akibat longsor dibawah terik matahari.

Lokasi kejadian di Dusun Bungin, Desa Saluahok, Kecamatan Mehalaan pada Kamis 2 April 2020, siang tadi.

Ruas jalan poros Mehalaan – Keppe, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), nyaris tertutup akibat longsor dibawah terik matahari. (Foto: Wahyu)

Berdasarkan keterangan salah seorang warga Junadi, longsor terjadi sekitar pukul 12.00 Wita, dengan kondisi cuaca yang sangat panas tanpa ada hujan sebelumnya.

Menurut Junadi, longsor terjadi secara tiba – tiba tanpa ada hujan maupun cuaca buruk. Junadi yang menyaksikan peristiwa ini, merasa heran.

Pasalnya, hanya dalam waktu beberapa menit saja, tebing setinggi kurang lebih 15 meter itu, bergerak dengan cepat menutup ruas jalan menuju ibu kota Kecamatan Mehalaan. Hingga tak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Junadi mengatakan, saat dirinya hendak pulang ke rumahnya, ditengah perjalanan disekitar lokasi kejadian, ia mendengar dentuman yang begitu keras.

“Saya pulang dari kebun, setelah saya lewat tiba – tiba saya dengar suara keras, begitu saya liat kebelakang ternyata longsor, saya benar – benar heran karena tidak ada hujan sama sekali,” ujar Junadi, siang tadi.

Ruas jalan poros Mehalaan – Keppe, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), nyaris tertutup akibat longsor dibawah terik matahari. (Foto: Wahyu)

Akibat insiden tersebut, jalan poros menuju Kecamatan Mehalaan, nyaris tertutup. Hanya dapat dilalui kendaraan roda dua saja.

Saat diturunkan berita ini, belum ada tindakan baik pemerintah kecamatan, maupun pemerintah desa atas kejadian tersebut.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR