Misa Natal di Rutan Mamasa, Kamis, 21 Desember 2017. (Foto: Frendy Christian)

Penjara bukanlah akhir dari segalanya. Perbuatan baik dan ibadah jalan terus.

TRANSTIPO.com, Mamasa – Suasana perayaan Natal tentu adalah hal yang istimewa bagi sebagian orang, terkusus bagi umat Nasrani. Bagaimana tidak mereka bisa berkumpul dengan kerabat dan keluarga menyambut datangnya hari Natal.

Dan, rasanya tak lengkap jika tak berkumpul dengan keluarga di momen bahagia ini. Tapi hal yang berbeda dialami puluhan narapidana yang menjadi warga binaan di rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Mamasa.

Mereka juga dapat melaksanakan Natal bersama di Lembaga Pemasyarakatan yang berada di Pena’, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, meskipun mereka dalam keadaan yang begitu sulit karena tak jarang dari mereka didamping sanak, saudara atau keluarganya menyambut moment suka cita itu, meski demikian perayaan Natal pun berlangsung hikmat.

Kamis, 21 Desember 2017, tepat pukul 19:00 malam, puluhan narapidana dari Umat Nasrani berkumpul dalam suatu ruangan berserta sejumlah pegawai Rutan. Mereka melaksanakan Natal bersama sebagai keluarga besar di Rutan Mamasa itu.

Natal pun berlangsung, namun suasana haru dalam Ibadah Natal itu ketika sejumlah warga binaan melantunkan sejumlah lagu-lagu pujian seraya sujud berdoa yang dipimpin seorang pendeta dari atas mimbar.

Meskipun begitu, suasana gembira pun mengiringi mereka, pasalnya ada 6 orang napi atau warga binaan mendapatkan remisi di hari raya Natal ini, yang masing- masing mendapat remisi 1 bulan melalui surat keputusan Menteri Hukum dan HAM RI, bagi mereka yang dianggap berkelakuan baik selama menjalani masa tahanan.

Ketua Panitia Natal Masrad Buntupaillin, yang juga sebagai staf pengelola umum di Lapas Kela II B Mamasa menuturkan, Natal bersama keluarga Rutan Mamasa adalah pemberian hak sebagai warga negara kepada warga binaan, terkusus bagi mereka Umat Nasrani. Selain itu, juga sebagai upaya pembinaan.

“Semoga ini menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus melakukan hal-hal yang bersifat positif sebagai warga binaan. Kita berharap makna Natal ini dapat menjadi penyemangat bagi mereka sebagai mana tema Natal kita: Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintakan Dalam Hatimu,” tutur Masrad.

Sementara, salah seoarang warga binaan Ramba Langi mengungkapkan, dirinya berterima kasih kepada pimpinan dan pegawai yang ada di Rutan Mamasa lantaran mereka telah memberikan kesempatan untuk merayakan Natal dalam Rutan.

“Kami sagat senang dan berterimakasih kepada Kepala Rutan Mamasa dan juga semua pegawai Rutan karena kesempatan emas ini telah diberikan kepada kami. Kami juga bisa merasakan suasana Natal meskipun dalam jeruji,” ujarnya.

Ia berharap, makna Natal kali ini dapat membawa berkah dan juga perubahan bagi mereka untuk terus melakukan hal-hal yang positif ke depan.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR