Tentang Duta Pariwisata dari Mamasa

1376

TRANSTIPO.com, Mamasa – Tentang kegagalan Dyenti Loan, miss wisata Mamasa, mewakili Sulbar dalam ajang Pemilihan Putra-putri Nusantara 2017 ini, hingga kini belumlah usai.

Sekilas bagaimana kisah kegagalan putri Mamasa ini di ajang bergengsi itu, silahkan baca, Dyenti Loan: “Jangan Halangi Aku ke Senayan”.

Pada Jumat, 28 April lalu, Komisi III DPRD Mamasa melakukan hearing (rapat dengar pendapat) dengan Dinas Pariwisata Mamasa, berlangsung di kantor dewan itu.

Rapat ini bertujuan mendudukkan soal secara proporsional—yang awalnya beredar di media sosial (medsos)—tentang pergantian duta pariwisata atas nama Dyenti Loan dalam event Pemilihan Putri-putri Indonesia yang digelar beberapa waktu lalu.

Pertemuan ini dihadiri 6 orang dari 10 orang Anggota Komisi III DPRD Mamasa, termasuk Kepala Dinas Pariwisata Mamasa Agustina Toding dan jajarannya.

Agustina Toding bilang begini. Pemilihan Putra-putri Nusantara itu berdasarkan surat edaran Eljhon Pageas, yang pada prinsipnya memberikan kewenangan kepada dinas pariwisata menunjuk orang yang berkompeten dan memenuhi syarat yang ditentukan. Misalnya, mampu berbahasa Inggris, belum berumur 25 tahun, dan unggul fashion show (peragaan busana).

“Jadi pada prinsipnya pemilihan ini tak ada tendensi apa pun. Dan soal Duta Pariwisata 2016 proyeksinya akan mengikuti Kaka-Kandi Sulbar nantinya untuk persiapan event di Bali,” kata Agustina.

Sedangkan Ketua Komisi III DPRD Mamasa, David Bambalayuk, mengatakan kesimpulan pertemuan yang dilakukan ini, bahwa event Eljhon Pageas itu memang merupakan kewenangan Dinas Pariwisata Mamasa.

David berharap, ke depan dinas pariwisata koordinasi dengan mitranya di dewan, termasuk ketika akan beri rekomendasi kepada siapa untuk ajang apa saja. “Kita perlu kompak dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab, jangan sesama dalam dinas saling menyerang,” kata David.

Simpulan David berikutnya, “Yang merasa dikebiri haknya itu tak benar, terlebih gagalkan ia ikut event nasional di Bali. Hearing ini, salah satu tujuannya, untuk meluruskan informasi yang beredar di luar agar tak terjadi kekeliruan.”

FRENDY CRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR