Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Mamasa, telah bubar. (Foto: Wahyu)

TRANSTIPO.COM, Mamasa – Tim Reaksi Cepat (TRC) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) telah bubar.

Pada Jumat 7 Agustus, sekitar pukul 21.00 Wita, Kru laman ini mendatangi Posko TRC di Aula Gedung PKK Kabupaten Mamasa, hendak melakukan konfirmasi terkait perkembangan dua pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan.

Namun, para petugas tim medis yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat Penanganan Covid-19 Kabupaten Mamasa, nyaris tak ada.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, TRC gulung tikar lantaran dana operasional para petugas tidak dibayarkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mamasa.

“Sudah 15 hari operasional kami tidak dibayarkan, jadi lebih baik bubar,” kata salah seorang TRC yang enggan disebutkan identitasnya.

Penelusuran laman ini, meski lebih banyak “kode” off the record (keterangan yang tak boleh diberitakan), bubarnya TRC dikarenakan anggaran sudah tidak ada lagi, bahkan biaya konsumsi untuk para petugas TRC sejak tanggal 1 Agustus tidak ada lagi.

Ketua TRC, Amos Pampabone ketika dikonfirmasi mengatakan, Tim Reaksi Cepat penanganan Covid-19 di Kabupaten Mamasa pada Jumat sore tadi, telah bubar.

“Iya sudah bubar tadi sore,” kata Amos Pampabone.

Sayangnya, Amos tidak menjelaskan secara detail apa alasan sehingga TRC mendadak bubar, sementara pasien terkonformasi positif Covid-19 asal Kabupaten Mamasa yang masih dalam perawatan, masih ada dua orang.

“Intinya kami sudah bubar, mungkin kami sudah dianggap tidak punya pekerjaan lagi makanya dikasi begitu, kan tidak adami corona to, hehehe,” ucap Amos  sembari tertawa saat dikonfirmasi via telpon, Jumat malam.

Laman ini coba mengonfirmasi Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa Ardiansyah, melalui aplikasi whatsapp. Namu, hingga berita ini diturunkan pertanyaan yang diajukan melalui whatsapp belum juga dibalas.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR