Ramlan Badawi saat dikonfirmasi sejumlah awak media usia penetapan calon di Kantor KPU Mamasa, Sulawesi Barat, Senin, 12 Februari 2018. (Foto: Frendy Christian)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Calon bupati– petahana– Ramlan Badawi membantah jika disebut borong partai adalah upaya membungkam demokrasi di Mamasa.

Hal itu diungkapkan Ramlan Badawi saat dikonfirmasi sejumlah awak media usai penetapan calon di Kantor KPUD Mamasa, Senin, 12 Februari 2018.

“Sepuluh partai politik pendukung, ada orang yang sinyalir dibeli. Itu sama sekali tidak benar, hanya saja survei yang tinggi dan kebetulan saya calon petahana sehingga banyak partai melamar ke kita. Karena tentu semua partai ingin menang, dan semua berkompetisi untuk maju ke depan,” kata Ramlan.

Lanjut ia menjelaskan, jika ada tanggapan yang lain–lain terhadap partai yang mengusungnya, agar menanyakan langsung ke pengurus partai.

Selain itu, pihaknya sangat optimis menang pada di Pilkada Mamasa dengan manarget 80 persen kemenangan.

Calon petahana Ramlan Badawi yang berpasangan dengan Martinus Tiranda– ‘Harmonis’– adalah pasangan calon tunggal yang ditetapkan KPUD Mamasa yang akan melawan ‘kotak kosong’ pada Pilkada serentak 27 Juni mendatang.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR