Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanganan Covid-19 Kabupaten Mamasa, Amos Pampabone. (Foto: Wahyu)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Emapt penjual ikan keliling dinyatakan reaktif, setelah dilakukan rapid tes oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Kabupaten Mamasa, di Puskesmas Messawa, Selasa 2 Juni 2020.

Keempatnya tak lain adalah warga Kabupaten Polewali Mandar (Polman), hari-hari mereka menjual ikan di wilayah Kabupaten Mamasa menggunakan sepeda motor.

Setelah dinyatakan reaktif, keempat penjual ikan tersebut terpaksa dipulangkan ke daerah asalnya, tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di wilayah Kabupaten Mamasa.

Tindakan yang sama, juga dilakukan pada Senin 1 Juni 2020 kemarin, dua orang warga Kabupaten Polman juga dipulangkan oleh gugus tugas, karena dinyatakan reaktif setelah dilakukan rapid tes.

Hingga saat ini, terdapat enam penjual ikan keliling (pakgandeng) dari Polman ke Kabupaten Mamasa dinyatakan reaktif.

Setelah menjalani rapid tes dan dinyatakan reaktif, gugus tugas Kabupaten Mamasa melakukan koordinasi kepada tim gugus tugas Kabupaten Polman dan Majene untuk selanjutnya dilakukan tes swab terhadap enam orang tersebut.

Ketua Tim Reaksi Cepat(TRC) Kabupaten Mamasa Amos Pampabone menyebutkan, keenam warga yang dinyatakan reaktif itu, merupakan warga Kecamatan Matakali dan Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.

Kata Amos, rapid test ini merupakan uji petik, dilakukan dengan pertimbangan bahwa kemungkinan masa puncak kontaminasi, saat lebaran.

“Tentu mereka pernah kontak dengan orang-orang di Polewali saat hari raya kemarin,” kata Amos, sore tadi.

Amos menerangkan, hal ini dilakukan berdasarkan pertimbangan penyelidikan epidemiologi, sehingga tujuh hari pasca lebaran mesti dilakukan rapid test.

Menurut Amos, sembari menunggu hasil swab, pihaknya telah memiliki data treating. Kata dia, jika benar positif Covid-19 sesuai hasil swab, maka pengembangan treating sudah mudah dilakukan.

“Nantinya kita akan lakukan rapid tes massal bagi semua yang sudah kontak dengan orang tersebut,” katanya.

Amos menambahkan, pihaknya akan menunggu hasil swab keenam penjual ikan tersebut, bila mana diantaranya ada yang positif maka klasternya akan dikejar.

“Jadi kita tinggal tunggu hasilnya apakah positif atau negatif,” tandasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR