Kantor BRI Unit Mamasa, Kabupaten Mamasa, Senin, 19 April 2021. (Foto: Sukir L. Bayan)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Mulai hari ini, Senin, 19 April 2021, dibuka penerimaan Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) untuk tahap kedua. Pelayanan bagi warga penerima jenis program bantuan pemerintah pusat ini, dilakukan di kantor BRI Unit Mamasa, Kabupaten Mamada.

Terpantau, sejak pagi masyarakat memadati kantor bank pemerintah tersebut yang menyebabkan terjadi kemacetan jalan di depan kantor bank itu.

Pihak bank BRI sudah membagi habis nomor antrian sebanyak 100 nomor antrian, namun kerumunan warga dari berbagai desa datang memadati bank yang berada ujung jembatan kuning Mamasa.

Personil Polres Kabupaten Mamasa dan Polsek Mamasa berada di lokasi untuk menertibkan warga penerima bantuan. Terpantau, ketegangan sempat terjadi antara warga dan pihak personil kepolisian. Kejadiannya, pada saat warga memaksakan masuk ke kantor bank di luar nomor antrian, pihak polisi menahan, dan terjadilah saling dorong. Warga kurang sabar hendak menerabas masuk.

KBO Sat Sabhara Polres Mamasa Ipda Hasrat saat ditemui di Kantor BRI Unit Mamasa menerangkan, “Melihat padatnya warga di sekitar bank BRI ini, kita pikirkan bagaimana caranya sehingga nomor antrian bisa terurai dengan baik dan tertib.”

Ipda Hasrat menambahkan, “Langkah pertama yang kita lakukan adalah menertibkan parkiran terutama yang menggunakan bahu-bahu jalan untuk kelancaran lalu lintas.”

Selain itu, tambah Hasrat, dari 100 nomor antrian yang sudah terbagi hari ini, kita bagi dalam dua tahap: nomor antrian 1 s.d. 50 dilayani pada jam 08.00 s.d. jam 14.00 WITA, dan selebihnya itu dilayani pada jam kedua. Sehingga dengan begini tidak berkerumun. Perlu ada manajemen waktu.

Ipda Hasrat berharap agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, dan kesadaran masyarakat untuk tidak berdesak-desakan karena sangat berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

Kepala Bank BRI Unit Mamasa Michael, saat berada di tengah kerumunan warga menyampaikan, agar warga kemabli ke desanya masing-masing karena nomor antrian akan dikembalikan atau diantarkan ke desa masing-masing.

Mendengar penyampaian itu, warga tetap memadati dan berdesak-desakan untuk menerobos masuk ke bank BRI. Beruntung personil dari Polres dan Polsek Mamasa sigap dan kondisi terkendali.

Selanjutnya, menurut Mikael, kita panggil masing-masing perwakilan untuk mengumpulkan KTP dan diberikan nomor antrian.

“Perwakilan inilah yang membagi nomor antrian tersebut di masing-masing desanya,” ujarnya.

SUKIR L. BAYAN

TINGGALKAN KOMENTAR