TRANSTIPO.COM, Mambi – Satu rombongan kecil dengan berkendara mesin roda empat meninggalkan Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu pagi, 24 Oktober, sekitar pukul 08.30 WITA.

Rombongan kecil itu yakni, Kepala Otorita Bandara Wilayah V Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Baitul Ikhwan, Kepala Dinas Pehubungan Provinsi Sulbar Maddareski Salatin, Kepala Biro Tatapraja dan Pemerintahan (Tapem) Provinsi Sulbar Muhammad Saleh Rahim, dan beberapa orang staf.

Tim Kementerian Perhubungan RI, Dinas Perhubungan Provinsi Sulbar, Biro Tapem Provinsi Sulbar, dan Bupati Mamasa H. Ramlan Badawi sedang meninjau Bandara Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sabtu, 24 Oktober 2020. (Foto: Istimewa)

Informasi yang diterima transtipo, pada Jumat, 23 Oktober, pihak Otorita Bandara Wil V Sulawesi meninjau Bandara Tampa’ Padang, Kalukku, Mamuju.

“Kami sedang di jalan menuju Mamasa. Sudah di Kecamatan Rantebulahan Timur (Rantim), pas di jalan yang masih rusak,” kata Muhammad Saleh Rahim kepada laman ini, pagi tadi.

Setibanya di Mamasa kota sekitar pukul 10.30 WITA, rombongan ini langsung menuju rumah jabatan Bupati Mamasa.

“Kami sedang rapat dengan Bupati Mamasa (Ramlan Badawi, red) bersama jajaran terkait. Setelah ini kami akan kunjungan kerja (kunker) ke Bandara Sumarorong,” ujar Maddareski Salatin.

Nasib Bandara Sumarorong memang memilukan. Sejak diresmikan pada 11 Maret 2014, bertepatan HUT ke-11 Kabupaten Mamasa, bandar udara yang terletak di Desa Sasakan, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa ini seolah “hidup segan mati tak mau”.

Malang nasibnya.

Beroperasi sebagai bandara perintis hanya beberapa tahun. Informasi yang dihimpun laman ini, bandara yang jaraknya 51 km dari kota Mamasa atau ditempuh berkendara sekitar 1 jam 30 menit, Bandara Sumarorong terakhir melakukan penerbangan reguler pada Oktober 2017. Sejak itu ditutup total.

Kabar baik dan harapan nasib hidup normal bandara ini menbuncah, paling tidak sejak hari ini, Sabtu, 24 Oktober.

Sebelumnya, sudah dikabarkan meluas bahwa Bandara Sumarorong akan beroleh bantuan dana di 2021 dari Kementerian Perhubungan RI.

Bantuan dimaksud berupa perpanjangan dan perluasan landasan pacu pesawat atau runway.

Urusan berikutnya ada pada Pemerintah Kabupaten Mamasa dengan domain jaminan pembebasan lahan di area perluasan dan perpanjangan landasan pacu bandara tersebut.

Apresiasi Bupati Mamasa Ramlan Badawi terbaca dari gambar. Haji Ramlan menerima rombongan kecil dengan hangat. Didahului makan siang bersama di rumah jabatan sebelum berangkat kunker ke Bandara Sumarorong, siang tadi.

Di Pelataran bandara tersebut, meski dilakukan pertemuan sederhana dan peninjauan area bandara, tapi penerapan protokol kesehatan tetap dipatuhi: pakai masker dan jaga jarak.

“Intinya, ini demi kemajuan Sulawesi Barat,” sebut Maddareski.

Muhammad Saleh Rahim menambahkan, “Kementerian Perhubungan mendukung pengembangan Bandara Sumarorong, sepanjang Pemda Mamasa siapkan lahannya.”

Bupati Mamasa Ramlan Badawi belum terkonfirmasi terkait kunker kali ini ke Bandara Sumarorong sebelum berita ini ditulis.

SARMAN SAHUDING

TINGGALKAN KOMENTAR