Illustrasi

TRANSTIPO.com, Mamasa – Seorang warga atas nama Alan, warga Karangan, Desa Bombong Lambe, Kecamatan Mamasa, mengaku dipukul oleh salah seorang oknum yang diduga seorang polisi yang bertugas di Polres Mamasa.

Kejadian itu terjadi pada Rabu, 20 Desember 2017. Berdasarkan keterangan korban, Alan, kejadian itu terjadi di jalan poros Mamasa, Karangan. Ceritanya, ia hendak menuju ke bengkel dengan tujuan perbaiki motornya.

Ia mengaku, jarak antara rumahnya (Alan, red) yang tak jauh dari rumanhya hendak memperbaiki motor miliknya.

Namun, di tengah perjalanan itu ia bertemu sejumlah orang yang itu adalah aparat kepolisian Polres Mamasa. Saat itu  sedang melakukan patrol di jalan.

Menurut pengakuan Alan kepada kru laman ini, ia kemudian secara tiba-tiba berbalik haluan karena sadar bahwa ia ‘melanggar’ aturan berlalu lintas dengan tak pakai helm.

Di saat ia berbalik arah itulah, sejurus dengan itu ada salah seorang oknum yang diduga polisi memalangnya atau menghalaunya di jalan—tepatnya menahan Alan.

“Saat saya mutar balik, tiba-tiba dipalang oleh seorang oknum polisi. Oknum itu lalu bicara pada saya dengan bunyi kata-kata yang tak pantas. Saya merespon dengan bilang, kenapa ada polisi bicara kotor. Seharusnya bisa memberi contoh. Dan, secara tiba-tiba saya dipukul dari belakang,” cerita Alan kepada kru laman ini di Mamasa.

Merespon kejadian itu, kemudian sejumlah pihak dari keluarga korban (Alan, red) memandang tak terima atas tindakan tersebut. Karena itu, mereka langsung melakukan protes ke kantor kepolisian, hari itu juga.

Kapolsek Mamasa AKP S. Patalangi langsung menemui korban dengan tujuan untuk memediasi atas persoalan yang terjadi antara Alan dan oknum polisi dimaksud.

Pada pukul 19:00 Wita, Rabu, 20 Desember, Kapolres Mamasa AKBP Arianto berinisiati temui korban dan keluarganya. Kapolres ini tandang ke rumah Alan atau keluarga korban dengan harapan akan ‘menyelesaikan’ persoalan tersebut.

Dikonfirmasi oleh sejumlah awak media kepada Kapolres Mamasa, Kamis siang, 21 Desember 2017. Kapolres Mamasa AKBP Arianto mengungkapkan, persoalan itu sudah selesai, sehingga tak ada lagi masalah.

“Kami saling berkoordinasi dan sudah selesai dengan cara kekelurgaan,” kata AKBP Arianto.

Sementara, kakak korban, Aldi, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon tanpa kabel membenarkan jika persoalan tersebut sudah dibicarakan secara musyawarah.

“Sudah atur damai. Pak Kapolres langsung datang menemui keluarga dan juga membawa pelaku. Sudah minta maaf kepada korban sehingga persoalan tersebut sudah selesai,” aku Aldi.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR