Keterangan Foto : Jembatan Wisata Hutan Pohon Pinus Lenong. (ist)

TRANSTIPO.COM, Mamasa – Masyarakat Desa Tondok Bakaru, Kabupaten Mamasa, terus bergeliat memajukan sektor pariwisata mereka. Bahkan tanpa harus mendapatkan bantuan serta dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa.

Saat ini, masyarakat Desa Tondok Bakaru kini tengah sibuk mempersiapkan satu destinasi wisata untuk menarik pengunjung, yaitu Kampung Natal yang berada di spot wisata Pohon Pinus.

Destinasi Wisata Kampung Natal yang berada di spot wisata pohon Pinus juga pernah dilakukan tahun lalu dan menarik pengunjung kurang lebih 10 ribu pengunjung.

Lokasi dengan luas sekitar tiga hektar ini memiliki area hutan pinus tiga tingkat dan di sulap menjadi sebuah obyek wisata menarik bernuansa Natal. Ratusan ornamen Natal seperti pohon terang, kandang domba, perahu di atas gunung, serta ribuan lampu warna-warni dipasang menghiasi hutan pinus hingga kawasan objek wisata. Hiasan itu tampak menarik dan memikat hati para pengunjung atau wisatawan.

Tak hanya itu ada puluhan spot-spot selfie yang sudah dipasangi dengan berbagai lampu hias menambawa susana seru berwisata di lokasi ini. Wisata Kampung Natal ini sengaja dihadirkan sebagai upaya mendorong kemajuaan pariwisata di Kabupaten Mamasa melalui momen natal di bulan Desembar.

“Persiapan nya sekarang sudah 100 sudah persen rampung,” kata pengelola Wisata Kampung Natal, Koriramayana Tasiklangi. B, saat di hubungi melalui via telpon, Senin 14 Desembrr 2020.

Kampung Natal yang dibuka mulai tanggal 10 Desember sampai dengan 31 Desember mendatang ini mungkin akan sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 yang mewabah saat ini.

Keterangan Foto : Suasana di dalam wisata Hutan Pinus Lenong.(ist)

Jika tahun sebelumnya di malam-malam tertentu ada pantas seni, ibadah natal, vokal grup, nyanyi solo, paduan suara, tahun ini ditiadakan. Tahun ini para pengunjung yang datang hanya sebatas berswafoto dengan ornamen-ornamen natal yang telah disiapkan.

Di lokasi wisata, tepatnya di tingkat dua pohon Pinus juga telah tersedia beberapa kursi terbuat dari kayu yang memuat empat sampai enam orang, sehingga pengunjung yang datang dapat bersantai ria dengan kawannya. Mereka juga dapat memesan makanan dan minuman. Karena beberapa tenan juga telah disiapkan.

Karena Pandemi Covid-19, pengelola wisata meminta kepada masyarakat untuk betul-betul mentaati protokol kesehatan. Di pintu masuk lokasi wisata, pengelola juga telah menyediakan tempat cuci tangan dan alat deteksi suhu tubuh untuk para pengunjung.

“Hal ini dilakukan agar Destinasi Wisata Kampung Natal tidak menjadi kluster penyebaran virus Corona,” sebutnya.

Wisata Kampung Natal ini nantinya akan dibuka mulai dari Pukul 09.00 sampai dengan 24.00. Tiket masuk ke lokasi wisata pun terbilang murah, hanya Rp. 5.000,- per orang. Selain tiket masuk yang cukup murah, harga makanan dan minumannya pun terjangkau. Hanya di kisaran Rp. 10.000,- sampai dengan Rp. 20.000.

Tempat Wisata yang dapat di kunjungi di Desa Tondok Bakaru

Melalui via telpon, Koriramayana juga menuturkan selain tempat wisata pohon Pinus lenong, ada beberapa tempat wisata lain yang dapat di kunjungi di desa Tondok Bakaru.

“Masi banyak tempat wisata yang dapat di kunjungi di desa kami pak, bukan hanya pohon Pinus saja,” katanya.

Adapun nama wisata yang dapat di kunjungi di desa Tondok Bakaru yaitu :

1. Hutan Pinus Lenong
2. Sawo Orchid
3. Chitol Hill
4. Jendela alam
5. Villa Edelweiss
6. Golden Bridge
7.villa D”Breezeer
8. Andra Orchid
9. Lantang Mamase
10.Tonbar Orchid

Masi Koriramayana mengatakan untuk saat ini, wisata yang kami keloloh masi butuh perbaikan terutama jalan untu masuk.

“Kendalanya kami mungkin ketika hujan, jalan untuk masuk ketempat wisata itu pasti berlumpur sehingga kami berharap ada bantuan dari pemerintah Kabupaten,” harap Koriramayana.

ARISMAN

TINGGALKAN KOMENTAR