Sebuah rumah milik Dorce (47), warga Desa Sindagamanik, Kecamatan Tandukkaluak, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), tertimbun longsor pada Senin 23 Maret 2020, dini hari. (Foto: Samuel).

TRANSTIPO.com, Tandukkaluak – Selain virus corona, akhir – akhir ini curah hujan yang sangat tinggi terus mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Salah satunya, wilayah Desa Sindagamanik, Kecamatan Tandukkaluak, Kabupaten Mamasa. Pada Minggu 22 Maret 2020, daerah ini diguyur hujan lebat sejak sore hingga malam, yang mengakibatkan longsor pada Senin 23 Maret 2020, dini hari.

Hingga rumah milik Dorce (47) warga Desa Sendagamanik, nyaris tertimbun. Tebing setinggi kurang lebih 20 merer tepat di belakang rumah Dorce runtuh dan menimpa dibagian rumah miliknya.

Berdasarkan keterangan Suita (adik Dorce), insiden itu terjadi sekitar pukul 01.30 dini hari. Saat itu, Suita sedang tertidur bersama keluarganya, namun, terbangun saat mendengar dentuman yang begitu keras.

Dikatakan Suita, saat longsor terjadi, kakaknya sedang tertidur didalam rumah yang ditimbun tanah longsor. Ia panik dan berusaha membangunkan kakaknya dari luar rumah yang nyaris roboh itu.

“Saya langsung lari trus saya teriak kasih bangun kakak saya dari luar,” terang Suita, Senin 23 Maret 2020, siang tadi.

Kata Suita, setelah Dorce terbangun dari tidur pulasnya, kesulitan untuk menyelamatkan diri, lantaran, pintu kamar tempat tidurnya tertutup tanah.

Beruntung kata Suita, sebahagian dinding kamarnya terbuat dari bekas baliho, sehingga mudah disobek untuk menyelamatkan diri.

“Puji Tuhan masih bisa selamatkan diri,” kata Suita.

Sementara itu, pemilik rumah Dorce mengatakan, dirinya mengaku kaget saat tempat tidurnya bergerak kencang, akibat gesekan tanah.

Saat itu pula, ia langsung terbangun dan panik, tapi karena rumah miliknya telah miring. Sehingga pintunya tak bisa lagi dibuka.

“Seandainya tidak ada itu baliho, mungkin saya tertimbun,” tandasnya.

Akibat kejadian itu, hampir seluruh rumah milik Dorce yang terbuat dari kayu tertimbun tanah longsor. Bagian dapur rumah sudah tertimbun tanah dan sejumlah barang berupa televisi dan perabot rumah lainnya tidak bida diselamatkan.

Atas insiden ini, ia berharap pihak terkait dapat memberikan bantuan, paling tidak membersihkan material longsor yang telah menimbun rumahnya.

“Kalau bisa ada sedikit bantuan, biar sisa – sisa longsor saja ini dibersihkan,” tandasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR