Puluhan pengunjung yang sedang menikmati wisata sawah di Desa Tondok Bakaru, Mamasa. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Kabupaten Mamasa adalah salah satu daerah yang berada di pegununganan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), mayoritas penduduknya adalah petani, daerah ini selalu menawarkan sejumlah keindahan alam yang mempesona.

Kini di salah salah satu obyek wisata yang lagi hits adalah wisata sawah yang dipadukan dengan taman anggrek. Obyek wisata yang satu ini terletak di Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa.

Obyek wisata ini menawarkan sebuah lansekap pematang sawah yang bisa dinikmati dengan cara berbeda. Menikmati hamparan sawah yang luas di bawah kaki gunung Mambulilling dengan melintasi jembatan bambu adalah hal yang menakjubkan bagi pengunjung.

Obyek Wisata Sawah di Desa Tondok Bakaru, Mamasa. (Foto: Frendy)

Tak perlu takut untuk terkena lumpur saat jalan-jalan di sawah, jalan khusus yang terbuat dari bambu dan menyerupai jembatan ini dibuat khusus untuk wisatawan yang ingin melintas di tengah hamparan sawah yang luas.

Selain menikmati indahnya suasana perdesaan yang masih natural, pengunjung juga dapat menikmati wisata taman anggrek yang dipadukan dengan wisata sawah ini. Meski masih terbilang baru namun obyek wisata yang satu ini selalu dikunjungi ratusan orang tiap harinya.

Yuniastin, salah satu pengunjung yang ditemui di lokasi obyek wisata ini mengaku senang berwisata di lokasi ini, karena bisa menikmati hamparan perswahan yang begitu luas serta sejumlah taman-taman anggrek cantik yang tersedia.

“Senang berwisata kesini, tempatnya keren, meskipun ada beberapa spot foto yang belum jadi, selain menikmati alam perswahan kita juga dapat menikmati taman anggrek,” tuturnya, Minggu sore, 21 Juli 2019.

Wisata taman anggrek di Desa Tondok Bakaru, Mamasa. (Foto: Frendy)

Hal yang sama diutarakan juga pengunjug lainya, Hermanto mengatakan wisata sawah yang berpadu dengan taman anggrek sangat jarang ditemukan di tempat lain, hanya ada di Mamasa.

“Obyek wisata ini sangat beda dengan tempat lain, karena wisata sawah yang dipadukan dengan taman anggrek menjadi sala satu yang menakjubkan bagi pengunjung, apalagi anggrek yang ditampilkan adalah aggrek-anggrek lokal, jadi sangat unik,” katanya.

Tak hanya itu, di desa ini ada puluhan obyek wisata yang sudah dibagun oleh pemuda desa, mulai dari wisata hutan pinus, wisata sawah dan anggrek, wisata perahu selfie, serta sejumlah wisata rumah-rumah pohon.

Luther, salah satu pengelolah wisata yang diberi nama “Tonbar Orchid” mengatakan obyek wisata ini berawal dari budidaya anggrek lokal Mamasa yang tidak sengaja dilakukan sejumlah pemuda di desanya, namun seiring waktu berjalan ternyata banyak pengunjungnya sehingga dipadukan dengan wisata sawah.

“Syukur sejumlah pemuda desa disini sudah menyadari potensi desanya, kita berharap obyek wisata yang ada saat ini dapat menjadi salah satu icon di Mamasa,” ungkap Luther.

Untuk menikmati sejumlah obyek wisata yang ada di desa ini, cukup terjangkau hanya berjarak 1 km dari  pusat kota Mamasa dan bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dan cukup membayar tarif masuk Rp3 hingga R4 ribu rupiah.

FRENDY

TINGGALKAN KOMENTAR