Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Mamasa Fraksi PKB Muhammad Sapri Malik. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Mehalaan – Mehalaan merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) yang berjarak sekitar 45 kilometer dari arah barat ibukota Mamasa.

Pusat pemerintahan Kecamatan Mehalaan berada tepat di Desa Mehalaan sebagai ibukota, kecamatan ini memiliki 11 desa, sekaligus berbatasan dengan Kabupaten Polewali Mandar.

Kecamatan Mehalaan merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Mambi sejak tahun 2006 lalu. Setelah 14 tahun berdiri menjadi sebuah kecamatan, hingga saat ini belum juga memiliki kantor tersendiri.

Bukan tanpa alasan, sejak 14 tahun lalu Kecamatan Mehalaan hanya menumpang untuk berkantor di Balai Desa Mehalaan, yang sebelumnya berkantor di bekas bangunan pasar lama Mehalaan.

Hal ini menjadi perhatian Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Mamasa Fraksi PKB Muhammad Sapri Malik, ia meminta kepada Camat Mehalaan untuk berupaya agar kantor Kecamatan sesegra mungkin dibangun.

Hal itu disampaikan, saat dirinya hadir dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mehalaan, Selasa 25 Februari 2020, kemarin.

Menurut Sapri, pada moment murenbang in itu, pihaknya meminta kepada seluruh kepala desa yang hadir untuk memprioritaskan usulan pembangunan kantor kecamatan, yang selama ini hanya menumpang di Balai Desa.

Dikatakan Sapri, kantor merupakan hal terpenting untuk pelayanan masyarakat juga sebagi tempat berdiskusi dalam hal kemajuan daerah di tingkat kecamatan.

Kata dia, jika tidak memiliki kantor, tentu masyarakat bahkan pemerintah desa sulit untuk mengakses segala informasi yang bersifat penting.

Sapri berharap kepada sejumlah kepala desa yang hadir dalam musrenbang, agar kompak memasukkan usulan pembangunan kantor kecamatan sebagai prioritas nomor satu, agar dapat menjadi perhatian serius oleh pemerintah tingkat kabupaten.

“Nantinya juga saya akan bantu untuk mengawal kalau usulannya sudah masuk,” kata Sapri di Mehalaan kemarin.

WAHYUANDI

1 KOMENTAR

  1. Sdh brp kali pergantian camat tp blm ada satupun camat memikirkan dan membuat program atau usulan kantor kecamatan kepada instansi terkait, padahal ketika ada satu lembaga yg tdk punya kantor sama halnya dengan tidak ada lambang atau identitas suatu daerah. Jd bahan evaluasi bagi pejabat dalam hal ini camat mehalaan beaerta jajarannya untuk bisa memikirkan kantor kecamatan dengan dukungan semua elemen masyarakat mehalaan dan terkhusus saudara muhammad sapri sebagai pejabat legislatif untuk mendukung dan memperjuangkanpembangunan kantor kecamatan mehalaan terkait pengusulan anggaran di dewan perwakilan rakyat.

TINGGALKAN KOMENTAR