Jurnalis dan mahasiswa di Mamasa sedang melakukan penggalangan dana, Senin, 27 November 2017, (Foto: Frendy)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Sejumlah jurnalis atau pekerja pers dan mahasiswa melakukan penggalangan dana untuk biaya perawatan seorang bayi yang bernama Maryana Mangga Prow.

Maryana saat ini menderita penyakit omfalokel, yakni usus dan organ lainnya yang dimiliki si bayi berada di luar perut sehingga nyaris keluar dari tubuhnya.

Namun, karena keterbatasan biaya orang tuanya sehingga bayi itu keluar masuk rumah sakit, dan saat ini kembali menjalani perawatan di RSUD Polman.

Penggalangan dana yang dilakukan sejumlah jurnalis dan mahasiswa berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 1.772.500 pada hari pertama. Penggalangan dana itu dilakukan di sejumlah tempat dalam pusat kota Mamasa, mulai dari simpang lima jalan dan pasar-pasar tradisional pada, Senin, 27 November 2017.

“Kami melakuan ini demi membantu beban yang dialami orang tua bayi tersebut, juga sebagai rasa kepedulian terhadap sesama. Kita berharap dana yang dikumpulkan ini dapat menjadi berkat untuk kesembuhan bayi Maryana– saat ini sedang menjalani perawatan,” jelas Boby, salah seorang mahasiswa yang turut melakukan penggalangan dana, kepada transtipo.com.

Untuk diketahui bayi Maryana, berumur 11 hari. Pada empat hari lalu terpaksa keluar dari RSUD Polman lantaran tidak memiliki biaya untuk bertahan selama proses pengobatan anak tersebut.

Walaupun telah memiliki kartu BPJS kesehatan, namun hal itu belum mampu menyelesaikan permasalahan keluarganya lantaran biaya hidup sehari-hari selama menjalani perawatan di RSUD Polman cukup besar.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, bayi Maryana, anak dari Joni Alfred (Ayah) dan Sarce (Ibu), adalah warga Desa Rantepuang, Kecamatan Sespa, Kabupaten Mamasa, yang kembali dirujuk ke RSUD Polman pada hari Minggu kemarin karena kondisinya kritis.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR