Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Sulawesi Barat Ismiwati Ramlan, saat memberikan bantuan sembako kepada Kepala Desa selaku perwakilan masyarakat, usai melaksanakan kegiatan reses terbatas. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Bambang – Pandemi Covid – 19 telah memberikan dampak signifikan kepada seluruh masyarakat di Indonesia, mulai dari pengusaha besar hingga pelaku usaha mikro. Bahkan berdampak pada sejumlah petani di pedesaan.

Pasalnya, sejak mewabahnya Covid-19 di wilayah Sulawesi Barat (Sulbar), hingga diberlakukannya Pembatasan Pergerakan Pelintas Wilayah (P3W), termasuk di Kabupaten Mamasa, mengakibatkan ekonomi masyarakat mulai melemah.

Lantaran, kesulitan untuk melakukan aktivitas, seperti pedagang dan petani. Sementara kebutuhan pokok masyarakat terus mendesak.

Pada kesempatan itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Sulawesi Barat, Fraksi Partai Nasdem Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Mamasa Ismiwati Ramlan, hadir memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19.

Sebagai wakil rakyat yang peduli terhadap masyarakat, Ismiwati Ramlan, turun langsung memberikan bantuan sembako kepada masyarakat di wilayah konstituennya, dirangkaikan dengan kegiatan reses terbatas.

Kegiatan ini berlangsung di emapt titik di Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa diantaranya, Desa Rantetarima, Desa Saluassing, Desa Salukepopo dan Desa Saludengen pada Minggu 10 Mei 2020, siang tadi.

Sedikitnya 450 paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat melalui Kepala Desa masing-masing, berupa Beras, Minyak goreng, Gula pasir, Susu, Sirup dan Mie instan.

Hal itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak wabah Covid-19, terutama masyarakat yang berada di wilyah konstituennya.

Menurut Ismiwati, aksi bagi-bagi sembako itu merupakan rangkaian kegiatan reses terbatas, sehingga hanya dilakukan di empat desa saja.

Ismi menjelaskan, dikatakan reses terbatas karena yang hadir hanya perwakilan dari empat desa, mengingat adanya wabah Covid-19, sehingg tidak diperbolehkan melakukan kegiatan yang berpotensi melibatkan orang banyak.

“Yang hadir hanya beberapa orang saja, itupun tetap pada protokol kesehatan, jaga jarak dan sangat terbatas,” ujar Ismiwati Ramlan.

Kata Ismiwati, tidak menutup kemungkinan kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di beberapa desa lainnya, hanya untuk langkah awal pihaknya hanya fokus di emapt desa tersebut.

“Bukan berarti ada yang dispesialkan hanya kebetulan jadwal reses di empat titik jadi sekalian sembako nya dibagikan disana,” tandasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR