Bocah dua tahun itu menderita gizi buruk sejak tujuh bulan terakhir, di Desa Hahangan, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Muhammad Manzal (2) bocah warga Dusun Kanang, Desa Hahangan, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), sudah berbulan-bulan hanya bisa terbaring diatas tempat tidur akibat menderita gizi buruk.

Bocah dua tahun itu menderita gizi buruk sejak tujuh bulan terakhir dikarenakan keterbatasan ekonomi keluarga, hingga berat badannya tinggal enam kilogram.

Muhammad Manzal, anak ketiga lahir dari pasangan Nuramang (36) dengan Darmi Hio (34), tidak normal layaknya bocah seusianya, anggota tubuhnya tampak begitu lemas.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa Dr. Hajai S Tanga, menurutnya telah mendapat laporan dari pihak Puskesmas Aralle terkait adanya bocah penderita gizi buruk tersebut.

Dikatakan Hajai, berdasarkan laporan pihak Puskesmas Aralle, bocah penderita gizi buruk tersebut tengah menjalani perawatan di Puskesmas Aralle.

“Rencananya besok akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali Mandar guna mendapatkan perawatan lebih lanjut,” kata Dr. Hajai saat dikonfirmasi via telpon Senin 27 Januari 2020 malam.

Dijelaskan Hajai, sebelumnya anak itu mengalami penyakit menyerta yakni kaget dan kejang, demam tinggi, sehinggga mempengaruhi asupan makanan.

“Nafsu makannya kurang bagus sehingga terjadi gizi buruk,” katanya.

Dikatakan Hajai, saat anak itu mengalami penyakit demam tinggi, orang tuanya tak pernah membawanya ke posyandu sehingga tidak diketahui oleh pihak kesehatan.

Ia mengatakan, awalnya dideteksi oleh bidan desa yang bertugas di desa itu dan meminta kepada orang tuanya dibawah ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

Saat menjalani perawatan di Puskesmas Aralle selama lima hari, bocah tersebut mendapatkan perubahan, dari berat badan enam kilogram menjadi delapan kilogram.

Meski demikian kata Hajai, pihaknya tetap meminta Puskesmas Aralle untuk merujuk ke RSUD Polewali agar penyakit sebelumnya dapat teratasi dengan baik.

Sementara menurut Nurmang ayah gizi buruk, kelahiran anaknya dalam keadaan normal, tujuh bulan terakhir ia sempat mengalami sakit biasa, namun, setelah dibawa ke Puskesmas Aralle pihak kesehatan mengatakan Manzal mengalami gizi buruk.

Sebelumnya Manzal pernah dirawat di Puskesmas Aralle sekitar empat hari, namun terkendala biaya kata Nurmang, sehingga saat itu tidak berlansung lama dirawat.

“Awalnya sakit, kami bawah ke Puskesmas, tapi karena tidak ada biaya jadi kami bawa pulang kerumah,” kata Nurmang saat dikonfirmasi.

Nurmang mengaku tak pernah disentuh bantuan dari pemerintah berupa apapun, selain batuan kesehatan ia juga mengaku tidak terdaftar sebagai Program Keluarga Harapan (PKH).

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR