Rapat paripurna DPRD Mamasa terkait Ranperda tentang APBD Perubahan tahun 2019, Mamasa, Kamis, 26 September 2019. (Foto: Wahyu)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa menggelar sidang paripurna Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2019.

Rapat paripurna yang berlangsung di Ruang Sidang Gedung DPRD Mamasa, di pimpin oleh Wakil ketua I DPRD Mamasa David Bamba Layuk, Rabu 25 September 2019.

Sejumlah fraksi yang hadir menerima Ranperda tentang APBD perubahan Tahun Anggaran (T.A) 2019 untuk dibahas lebih lanjut.

Namun dalam pandangan akhir, beberapa fraksi memberikan warning kepada Pemerintah Daerah (Pemda) agar lebih memaksimalkan penggunaan anggaran yang lebih bermanfaat dalam hal pembangunan daerah.

Salah satunya Ketua Fraksi Partai Golkar Jupri Sambo Ma’dika menyampaikan, anggaran yang ada ini harus dimaksimalkan dan peruntukannya juga jelas.

Selain itu Jupri meminta agar penggunaan alat berat milik Pemnda yang ada di lingkup PU itu harus benar-benar digunakan dengan kepentingan umum.

“Jangan sampai ada oknum yang menggunakan untuk kepentingan tertentu ini jelas tidak dibenarkan, selain pekerjaan umum itu tidak bisa digunakan”, kata Jupri.

Ia pun meminta agar sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih ditingkatkan lagi agar tidak terus menjadi kendala di setiap tahunnya.

“Target pencapaian APBD yang kurang maksimal supaya bisa lebih diperhatikan pemda karena ini yang menjadi beban dari tahun ke tahun”, tandanya.

Menanggapi hal itu, Sekertaris Daerah Mamasa Adriansyah mengatakan, masukan yangbdisampaikan dari beberapa fraksi akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak pemerintah daerah khususnya PAD.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi kami dari pihak eksekutif agar tahun-tahun mendatang PAD dapat kota optimalkan”, kata Ardiansyah.

Namun kata dia, hal itu juga sangat dibutuhkan kerjasama yang baik dari masyarakat utamanya pemilik restoran dan sejumlah perusahaan yang ada di Mamasa untuk memperhatikan pajak atau retribusi dalam meningkatkan PAD.

“Jadi meningkatnya PAD itu tergantung kesadaran dari kita semua masyarakat Kabupaten Mamasa secara umum”, pungkasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR