Penyerahan alat pertanian berupa kultivator dan bibit kedelai oleh Wakil Bupati Mamasa, Martinus Tiranda kepada kelompok tani Mekar Jaya Desa Taupe, didampingi Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kabupaten Mamasa, Hermin Lululangi. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.COM, Mamasa – Sebagai upaya menekan kemiskinan, sekaligus mensejahterakankan para petani melalui program padat karya, Kementerian Tenaga Kerja memberikan bantuan alat pertanian dan bibit kepada kelompok tani.

Bantuan alat pertanian berupa kultivator dan bibit kedelai, diserahkan langsung Wakil Bupati Mamasa, Martinus Tiranda, disamping Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Mamasa, Hermin Lululangi kepada kelompok tani Mekar Jaya Desa Taupe, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis 3 September 2020.

Kegiatan tersebut, merupakan program Kementerian Tenaga Kerja, melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Mamasa, sebagai upaya pemulihan ekonomi dimasa pandemi Covid-19.

Wakil Bupati Mamasa, Martinus Tiranda mengatakan, dengan adanya bantuan tersebut, kiranya dapat menjadi daya dorong bagi para kelompok tani untuk meningkatkan perekonomian.

Pemberian alat pertanian berupa kultivator dan bibit, itu berdasarkan kebutuhan masyarakat petani khusus di Kabupaten Mamasa.

Dengan begitu, Wakil Bupati Martinus Tiranda berharap kepada kelompok tani, agar alat yang telah diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menggarap lahan pertanian.

Selain itu, ia berharap agar kelompok tani Mekar Jaya dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lain yang ada di sejumlah daerah di Kabupaten Mamasa ini.

“Kita berharap agar kelompok tani Mekar Jaya bisa berkembang dan menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya,” ujar Martinus Tiranda, Kamis 3 September 2020.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Mamasa, Hermin Lululangi menjelaskan, Desa Taupe menjadi pilihan untuk program padat karya dikarenakan beberapa pertimbangan.

Salah satunya adalah, Desa Taupe memiliki angkatan kerja yang tinggi dan sangat produktif dan juga lapangan pekerjaan masih terbatas, sehingga program padat karya yang pertama kali ini dilaksanakan di Desa Taupe.

Hermin menuturkan, tujuannya untuk pemberdayaan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja yang luas, juga sebagai pemulihan ekonomi dimasa pandemi Covid-19 ini.

Kata Hermin, Desa Taupe akan dijadikan pilot project untuk budidaya bibit kedelai. Kata dia, ini merupakan langkah awal untuk perkembangan bibit kedelai.

“Setelah ini maka desa-desa lain juga di Kabupaten Mamasa akan dilakukan kegiatan yang sama,” kata Hermin Lululangi.

Hermin menambahkan, kegiatan padat karya ini untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dan ekonomi masyarakat.

Kegiatan itu mendapat respon positif dari Pemerintah Desa setempat, Kepala Desa Taupe, Demianus Demmarua menghaturkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah yang telah memilih Desa Taupe untuk melaksanakan program tersebut.

Ia berharap, dengan adanya program padat karya itu ekonomi masyarakat di desanya dapat meningkat dan mensejahterakan masyarakat.

“Semoga kedepan ekonomi masyarakat semakin meningkat dengan adanya program padat karya ini,” tandasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR