Di Lokasi TMMD, Dandim Mamasa Puji Keluhuran Budaya Mamasa

214
Dandim 1428/Mamasa Letkol Infanteri Stevi Palapa sedang berdiskusi dengan kru media dan warga Desa Banea, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Jumat siang, 17 September 2021. (Foto: Sarman Sahuding)

“TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri”

TRANSTIPO.com, Mamasa – Peninjauan ke lokasi TMMD ke-112 di wilayah kerja Kodim 1428/Mamasa di Desa Banea, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, dilakukan hanya berselang dua hari setelah peresmian pembukaan TMMD di Kabupaten Mamasa pada Rabu, 15 September 2021.

Jumat pagi, 17 September 2021, Dandim 1428/Mamasa Letkol Inf Stevi Palapa memimpin rombongan kecil ke lokasi TMMD ke-12 di Desa Banea.

Setibanya di Banea, motor trail yang ia pakai dari Mamasa kota, ia parkir di dekat Posko Utama TMMD ke-112 lalu berjalan laki meninjau sejumlah kegiatan di sejumlah titik sasaran program TMMD tersebut.

Di antaranya, pelebaran jalan, pembuatan talud, MCK yang sebentar lagi bisa digunakan warga, dekker, termasuk melihat langsung fisik Gereja yang akan direhabilitasi dalam waktu dekat.

Di luar dan dalam gedung Gereja di Bane itu telah tersedia bahan material berupa semen, pasir, dan batu.

Di sela waktu memutari desa itu, Letkol Infanteri Stevi Palapa sesekali rehat sejenak untuk bercengkerama dengan warga desa dan melayani wawancara ringan oleh empat kru media yang menyertainya dalam kunjungan kali ini ke lokasi sasaran.

LOKO atau lumbung pagi yang bercorak khas budaya Mamasa milik warga Desa Banea. (Foto: Sarman Sahuding)

“Saya salut budaya di sini (Mamasa). Ada kebiasaan, salah satunya, adalah kemampuan bertutur atau menceritakan latar keluarga kepada anak cucu hingga cicit,” ujar lelaki kelahiran Minahasa, Sulawesi Utara, 45 tahun silam ini kepada transtipo.

Menceritakan latar belakang keluarga dalam arti garis keturunan, menurut Stevi Palapa, adalah ciri yang membudaya di sini.

“Jadi ada semacam kegiatan yang mengikat. Mereka mengisahkan latar keluarga sampai lapisan ke sekian,” kata Stevi lagi.

Kepala Desa Banea Thomas Tato bersama sejumlah warga dan prajurit TNI turut meramaikan diskusi ringan kemarin itu di beranda samping rumah Thomas.

Diskusi ringan dengan kopi panas dan pisang goreng hangat disudahi saat protokoler di lokasi TMMD meminta waktu sang komandan menuju ke Posko Induk untuk beri pengarahan kepada Satgas TMMD — gabungan personalia TND AD, Polri, dan unsur-unsur lainnya dari Pemerintah Kabupaten Mamasa.

SARMAN SAHUDING

TINGGALKAN KOMENTAR