Polres Mamasa saat menggelar Press Conference Akhir Tahun di Aula Markas Polres Mamasa. (Foto: Wahyu)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Polres Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), menggelar Press Conference akhir tahun di Aula Markas Polres Mamasa, Senin, 30 Desember 2019.

Dalam press conference tersebut, Kapolres Mamasa AKBP Arianto memaparkan kinerja Polres Mamasa tahun 2019.

Arianto menjelaskan, sepanjang tahun 2019 gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sebanyak 142 laporan, dapat diselesaikan sebanyak 115 kasus.

Sementara di tahun 2018, kata Arianto, gangguan Kamtibmas yang ditangani Polres Mamasa 139 laporan, diselesaikan sebanyak 88 kasus.

Dari jumlah kasus sepanjang 2018 itu, Polres Mamasa dapat menyelesaikan kasus secara keseluruhan, 66 persen. Sementara di tahun 2019 mengalami peningkatan hingga 80 persen.

“Secara spesifik kita ada peningkatan kualitas kerja di tahun 2019, itu karena adanya kerjasama yang baik dengan masyarakat,” kata Arianto di Mapolres Mamasa, siang tadi.

Arianto bilang, empat klasifikasi jenis gangguan Kamtibmas dilakukan Polres Mamasa, diantaranya, kejahatan bersifat konvensional, trans-nasional, Total Harmonic Distortion (THD) kekayaan Negara, dan Kontinjensi.

Menurut Arianto, dalam suatu organisasi membutuhkan langkah-langkah strategis untuk menyusun manajerial dengan baik, namun hal itu tidak akan berjalan tanpa peran penting masyarakat.

Dalam berbenah, Polres Mamasa membutuhkan peran masyarakat memberikan saran dan kritikan demi meningkatkan kinerja baik dalam mengayomi masyarakat.

Bagi Arianto, evaluasi pada akhir tahun merupakan cara untuk menyusun rencana dan langkah berbenah.

Pentingnya kegiatan ini dilaksanakan, mengingat dalam suatu organisasi itu membutuhkan langkah-langkah evaluasi pada akhir tahun untuk menyusun rencana ke depaan.

“Kita berharap kinerja Polres Mamasa beserta jajaran dapat terus meningkat setiap tahun,” pungkasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR