Bupati Mamasa, Dr. H. Ramlan Badawi SH. MH. (Foto: Fadly)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mamasa, kembali menegaskan bagi pelintas yang akan bergerak ke Mamasa mesti membawa surat keterangan hasil rapid tes non reaktif.

Pelintas yang tidak mempertunjukkan hasil rapid tes non reaktif, akan dilakukan rapid tes oleh tim medis yang tengah bertugas di posko perbatasan dan dikenakan biaya sebesar Rp. 250.000. Kecuali warga yang memiliki identitas Kabupaten Mamasa.

Hal itu, disampaikan Bupati Mamasa, H. Ramlan Badawi saat dikonfirmasi di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mamasa, Kamis 4 Juni 2020, kemarin.

Ramlan menegaskan, bagi warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Mamasa, akan dilakukan rapid tes tanpa dipungut biaya (gratis).

“Kita punya anggaran untuk itu, tapi khusus masyarakat Kabupaten Mamasa saja,” ungkap Ramlan Badawi, kemarin.

Sebelumnya, Bupati Mamasa telah mengumumkan kebijakan Pemda terkait syarat melintas ke wilayah Mamasa. Kebijakan tersebut sebagai upaya agar Kabupaten Mamasa tetap berada pada zona hijau.

Sehingga, penerapan Pembatasan Pergerakan Pelintas Wilayah (P3W) semakin ditingkatkan, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Wilayah Kabupaten Mamasa.

“Jadi semua pelintas ke Mamasa wajib membawa surat keterangan hasil rapid tes non reaktif,” tegasnya.

Ramlan menegaskan, bagi warga yang melintas ke Mamasa dengan situasi emergency dan tidak membawa hasil rapid test, maka wajib dilakukan rapid. Namun, biaya ditanggung sendiri.

Sementara, untuk warga Kabupaten Mamasa dapat dilakukan rapid dengan gratis, sepanjang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih mencukupi.

Sembari berjalan kata dia, akan dilakukan evaluasi anggaran untuk itu. Jika memungkinkan maka akan terus digratiskan, namun, jika tidak maka akan ditinjau kembali.

“Selama anggaran masih mencukupi kita akan terus lakukan rapid gratis untuk masyarakat Kabupaten Mamasa, nantinya kita akan evaluasi kembali,” pungkasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR