Bupati Mamasa, Dr. H. Ramlan Badawi. MH. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Majelis Ulama Indonesia (MUI), telah menerbitkan Fatwa tentang shalat Idul Fitri. Dalam Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 itu, menjelaskan tentang panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19.

Disebutkan, bahwa sholat Idul Fitri adalah ibadah yang menjadi salah satu syiar Islam dan simbol kemenangan dari menahan nafsu selama Ramadhan.

Namum, pelaksanaan shalat Idul Fitri di tahun 2020 ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, akibat wabah Covid-19 masih menjadi pandemi nasional dan belum sepenuhnya diangkat oleh Allah Swt.

Oleh karena itu, dalam Fatwa MUI yang diterbitkan menjelaskan, bagi umat Islam yang berada di kawasan penyebaran Covid-19, dan belum terkendali maka tidak diperbolehkan melaksanakan shalat Idul Fitri secara berjamaah di Mesjid, Mushola dan Lapangan terbuka.

Disebutkan pula, bagi umat muslim yang berada di kawasan terkendali atau bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat  penularan, dapat melaksanakan shalat Idul Fitri secara berjamaah di Mesjid dan Lapangan terbuka. Namun, tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), hingga saat ini masih berada dalam kawasan zona hijau. Meski begitu, Pemda menegaskan untuk tidak melaksanakan shalat Idul Fitri secara berjamaah.

Bupati H. Ramlan Badawi mengatakan, kebijakan itu diambil berdasarkan hasil rapat Pemda beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mamasa pada 19 Mei 2020 lalu.

Kata Ramlan, meski MUI telah menyampaikan bahwa bagi daerah yang berada di zona hijau dapat melaksanakan shalat Idul Fitri secara berjamaah. Namun, demi menjaga Kabupaten Mamasa tetap berada pada zona hijau, pelaksanaan shalat Idul Fitri tetap dilaksanakan di rumah masing-masing.

Hal itu, telah menjadi keputusan bersama Forkopimda, MUI Kabupaten Mamasa serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamasa.

“Jadi kami telah menyepakati untuk wilayah Kabupaten Mamasa, tidak diperbolehkan melaksanakan shalat Idul Fitri secara berjamaah,” kata Ramlan Badawi, Rabu 20 Mei 2020.

Tak hanya itu, aktivitas lainnya yang berpotensi melibatkan orang banyak, seperti takbiran dan perayaan halal bihalal juga tidak boleh dilaksanakan. Kebijakan tersebut, terpaksa dilakukan dengan mempertimbangkan banyak hal. Utamanya agar Kabupaten Mamasa terhindar dari serangan virus corona.

“Ini upaya kita supaya daerah kita ini tetap pada zona hijau, ini yang perlu kita pertahankan,” pungkasnya.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR