Kerukunan Umat Kristiani PT. Telkom Witel Sulselbar dan donatur lainnya, bersama dengan PKH Mamasa lakukan bedah rumah milik Bongga dan Utan di Mamasa, Sabtu, 21 April 2018. (Foto: Frendy)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Masih ingat sepasang kekasih tua yang hidup di sebuah rumah reot di Dusun Tante, Desa Sepakuan, Kecamatan Balla, Mamasa, Sulawesi Barat?

Dia adalah pasangan lansia Bongga Ma’dika (76) dan Utan (73). Kini keduanya sudah bisa bernafas lega. Mimpinya untuk bisa menempati sebuah rumah yang layak huni, dalam waktu tak lama akan segera terwujud.

Pasalnya, pada sebuah aksi sosial yang difasilitasi oleh Program Keluarga Harapan (PKH) Mamasa yang didukungan dari Dinas Sosial setempat, dana bedah rumah itu tersedia.

Dana bedah rumah milik Bongga dan Utan datang dari sebuah kerja sama antara donatur dari Kerukunan Umat Kristiani PT. Telkom Sulselbar—donatur utama—dan beberapa donator perorangan.

Dari dana yang terkumpul berkat gotong royong itu, pada Sabtu, 21 April 2018, bedah rumah pun terlaksana. Kini, seperti gambar di bawah ini, fisik semi permanen rumah Bongga dan Utan yang berukuran 4 x 8,5 meter telah berdiri, lengkap dengan dapurnya.

Bongga dan Utan terharu. Melihat rumah barunya berdiri, keduanya pun tak sanggup menahan air matanya. Tak henti-hentinya ia ucapkan terima kasih kepada semua orang yang menyalaminya.

Hadir dalam kegiatan bedah rumah ini, Asisten Manager Sales and Costumer Care PT. Telkom Sulawesi Barat, Jhoni Riba’ yang dipercaya mengkoordinir aksi penggalangan dana di Kerukunan Umat Kristiani PT. Telkom.

Korkab dan sejumlah pendamping PKH Mamasa, Tagana, dan beberapa staf di Dinas Sosial Mamasa serta puluhan masyarakat setempat turut gotong royong untuk pendirian rumah ini.

Sebelum memulai pekerjaan, Jhoni Riba’ menyempatkan waktunya menyapa masyarakat yang hadir untuk bergotong royong. Jhoni mengungkapkan, aksi social ini lahir dari rasa keprihatinan atas kondisi yang dialami pasangan lansia ini.

Menurutnya, dengan kondisi rumah Bongga dan Utan yang sudah tak layak huni, maka kita inisiatif mengumpulkan sumbangan sukarela pada pegawai PT. Telkom melalui Kerukunan Umat Kristiani PT. Telkom Witel Sulselbar. Dan, ini tentu kerja sama dengan PKH Mamasa.

“Ini adalah murni aksi kemanusiaan yang lahir dari rasa kepedulian untuk membantu oran tua kita di sini,” ujar Jhoni.

Karena itu, katanya, aksi yang dilakukan ini tidak ada kepentingan apapun di dalamnya, apalagi kepentingan-kepentingan politik, mengingat masa-masa sekarang adalah tahun politik sehingga jangan menjadi beban bagi keluarga.

“Saya harapkan kepada semua keluarga agar jangan ada yang menggiring kegiatan ini pada kepentingan-kepentingan tertentu. Kalau ada yang datang mau mengaku ikut menyumbang lalu disuruh pilih ini atau pilih itu, jangan didengarkan,” jelas Jhoni.

Rumah baru pasangan lansia Bongga dan Utan telah berdiri lengkap dengan dapur dan peralatannya. (Foto: Frendy)

Selain hadir untuk menyaksikan langsung proses pekerjaan, tim dari PT Telkom ini juga membawa sejumlah bantuan perabot rumah tangga yang diserahkan langsung kepada pasangan lansia tersebut.

Senada dengan itu, perwakilan PKH Mamasa selaku penginisisi kegiatan ini, Semuel menegaskan bahwa pendirian rumah pasangan lansia ini murni bersumber dari donatur kemanusiaan yang tidak mengikat atau melalui sumbangan sukarela.

Oleh sebab itu, sebuat Semuel, agar semua keluarga dan masyarakat tidak terpengaruh dengan pihak-pihak tertentu jika dikemudian hari ada yang ingin memanfaatkan aksi ini untuk kepentingan tertentu.

“Kami melakukan aksi ini semata-mata karena ingin melihat orang tua ini bisa menikmati hidupnya di tempat yang layak di masa tuanya. Kalau kita datang membantu dengan mengharapkan sesuatu, itu sama halnya kita datang memberikan beban kepada orang tua ini dengan keluarganya,” urai Semuel.

Ia juga bilang, “Kami bukan siapa-siapa, bukan politisi, tapi kami adalah pekerja social. Apa yang kami lakukan di tempat ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kami.”

“Semoga dengan adanya aksi ini, orang tua kita bisa tenang dan tidak kehujanan lagi,” sebut Semuel.

Ia juga menyampaikan, aksi sosial PKH Mamasa ini masih akan terus dilakukan mengingat masih banyak masyarakat di Mamasa yang mengalami kondisi yang sama.

Karena itu, ia berharap semua pihak bisa bergotong royong meringankan beban saudara-saudara yang sampai saat ini belum bisa memiliki hunian yang layak.

“Kami berterima kasih kepada bapak/ibu donatur yang sudah kerja sama dengan kami dalam aksi sosial ini. Kepada media yang sudah mempublikasi keberadaan orang tua di sini, semoga ke depan kita bisa terus bersama-sama untuk melakukan aksi seperti ini,” kata Semuel.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR