Warga Kecamatan Mamasa menerima bantuan sosial yang disalurkan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Mamasa di tenis lapangan Mamasa, Senin, 18 Desember 2017. (Foto: Frendy Christian)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Sebanyak 857 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, menerima bantuan sosial yang disalurkan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Mamasa.

Penyalurkan bantuan sosial tunai ini memiliki dua komponen yakni pertama komponen penerima manfaat penunjang pendidikan dan kesehatan.

Komponen ini menerima bantuan sosial (Bansos) sebesar Rp. 390.000. Sementara untuk komponen kedua yakni penerima manfaat kategori lanjut usia (Lansia) dan Disabilitas dengan penerimaan Rp. 500.000.

Penyaluran tersebut dilakukan di tiap-tiap kecamatan dengan bekerja sama pihak Bank Nasional Indonesia (BNI) Cabang Mamasa.

Sebelumnya telah dilakukan di Kecamatan Sesena Padang, Kecamatan Balla, Kecamatan Mehalaan, Kecamatan Rantebulahan Timur, dan Kecamatan Tabulahaan pada hari Jumat dan Sabtu.

Koordinator PKH Kecamatan Mamasa Margerata Depparinding mengungkapkan, penyaluran yang dilakukan merupakan penyaluran tahap keempat atau triwulan ketiga.

“Ini penyaluran bulan September, Oktober, dan Desember, dimana seharusnya sudah dibagikan di bulan september lalu, namun baru saat ini bisa disalurkan,” ungkapnya, saat dikonfirmasi, Senin, 18 Desember.

Menurutnya, kendala yang dihadapi dalam penyaluran bantuan tersebut, disebabkan sejumlah identitas KPM tidak sesuai dengan data yang dikirim dari pusat.

Kendati demikian, Margareta mengaku pihaknya tetap menyalurkan kepada yang bersangkutan dengan syarat melampirkan surat pernyataan.

“Yang bermasalah itu tetap dilayani, seperti berhalangan hadir, bisa diwakili dengan ketentuan melampirkan surat kuasa dari yang bersangkutan. Hal lain yang ditemukan, ada PKM yang sudah meninggal dunia, tapi untuk menerima haknya maka ahli waris diwajibkan membawa surat keterangan ahli waris dari camat,” tutur Margareta.

Sementara itu, Kepala BNI Cabang Mamasa Zul Ahsan mengatakan, pihaknya komitmen dengan tulus melayani masyarakat. Sehingga kendala yang ia hadapi, seperti kesalahan identitas, PKM tidak menjadi soal untuk penerimaan bansos bagi masyarakat.

“Yang menjadi kendala tetap kita proses, dengan ketentuan melampirkan berkas lain sebagai pendukung sesuai petunjuk pelaksanaan penyaluran. Intinya kita tidak punya niat untuk mempersulit masyarakat,” katanya.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR