PD Muhammadiyah Majene, Sulbar, sedang membangun Panti Asuhan di Kecamatan Banggae Timur, Majene, Sulbar. (Foto: Farhanuddin)

Jika rezeki Allah telah diturunkan tak terhingga banyaknya, maka salah satu jalan yang diridhoi-Nya untuk tempat kembalinya—sepersedikit saja rezeki Allah yang banyak itu—adalah Panti Asuhan.

Di jalan itulah—salah satunya—rezeki Allah itu dibagikan.

Karena hendak menanam saham di akhirat, maka Muhammadiyah Majene bangun Panti Asuhan.

Ini jalan yang tak diragukan lagi.

TRANSTIPO.com, Majene – Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, saat ini tengah merampungkan pembangunan panti asuhan di Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene.

Panti Asuhan ini akan dilengkapi kamar, ruang belajar serta ruang pertemuan. PD Muhammadiyah Majene mengajak warga untuk menanamkan ‘saham akhirat’ melalui gedung Panti Asuhan tersebut.

Sekretaris PD Muhammadiyah Majene, Udztads Muslim AT, pada Minggu, 14 Mei lalu menjelaskan, bangunan Panti Asuhan Amanah Aisyiyah Majene yang berada di Lingkungan Tunda tersebut, sedang dibangun dengan dua lantai di atas lahan seluas 30 meter x 30 meter.

“Saat ini kita sudah dalam tahap perampungan. Insha Allah, rencananya akan diresmikan oleh bapak Kapolda Sulbar akhir Juni mendatang,” kata Muslim AT, yang juga Ketua Pembangunan Panti Asuhan itu.

Lebih lanjut, Muslim AT menyampaikan, untuk perampungan bangunan Panti Asuhan tersebut masih dibutuhkan dana Rp 250 juta. Dana yang telah terpakai sudah mencapai lebih Rp 1 miliar.

Kata Muslian lagi, dengan sembilan kamar, Panti Asuhan nantinya akan menampung puluhan Anak Yatim Piatu yang masih melanjutkan sekolah.

“Kesempatan untuk Beramal Jariah masih terbuka melalui bangunan Panti Asuhan ini. Kami mengajak warga untuk ikut menanamkan saham akhirat dengan ikut membantu pembangunan Panti Asuhan ini,” kata Muslim, yang juga merupakan Guru di SMA 2 Majene.

Di Majene selain panti asuhan, PD Muhammadiyah bersama Aisyiyah juga selama ini juga telah membina pendidikan melalui sarana antara lain TK, SDLB serta MTs.

FARHANUDDIN

TINGGALKAN KOMENTAR