Presiden Jokowi dan rombongan santap siang bersama dengan masyarakat Indonesia di Singapura di rumah makan khas Indonesia Bebek Goreng Pak Ndut di Lucky Plaza, Orchard Road, Singapura, Selasa, 13 November 2018. (Foto: Biro Pers Setpres)

TRANSTIPO.com, Singapura – Wiwi Sulandari, seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) di Singapura, tidak pernah menyangka jika dirinya diajak makan siang bersama oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan untuk bertemu langsung dan berjabat tangan saja, ia tak pernah memimpikannya. Perempuan berusia 38 tahun asal Yogyakarta ini menjadi salah seorang yang beruntung bisa santap siang dengan Presiden.

Sebelum menghadiri KTT ke-33 ASEAN, Presiden terlebih dahulu menyambangi rumah makan khas Indonesia Bebek Goreng Pak Ndut di Lucky Plaza, Orchard Road, Singapura, Selasa, 13 November 2018.

Tiba di Orchard Road, Singapura, pada pukul 15.30 Waktu Setempat (WS), Presiden disambut warga Indonesia yang tengah berada di kawasan tersebut.

Wiwi merupakan salah satu dari kerumunan yang heboh dengan kedatangan Presiden Jokowi. Kesempatan bertemu Presiden ini tidak disia-siakan warga Indonesia untuk bersalaman dan berswafoto.

“Iya, kita mau lihat makanan Indonesia mengintervensi negara lain. Kita nyari makanan-makanan Indonesia. Di sini ada Bebek Tepi Sawah, Sari Ratu ada, Garuda ada di sini. Harus terus. Sang Pisang masa orangnya di sini warungnya belum ada?” kata Presiden.

Setelah santap siang, dua warga Indonesia di Singapura berswafoto dengan Presiden Jokowi, Selasa, 13 November 2018. (Foto: Biro Pers Setpres)

Saat santap siang tersebut, Presiden didampingi wartawan dari Tanah Air yang tengah meliput kegiatan Presiden di KTT ASEAN. Presiden memesan menu bebek goreng kremes, sayur asam, tahu, tempe, lengkap dengan sambal bawang dan sambal terasi.

Ketika tengah menunggu pesanannya, Presiden kemudian meminta ajudannya Kolonel Mar. Ili Dasili untuk mengajak warga Indonesia yang tengah menyapa dari luar rumah makan untuk bergabung makan bersama.

“Yang dadah-dadah suruh makan sini, kalau ada tempatnya,” ujarnya, demikian rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden kepada transtipo pada Selasa malam, pukul 20.03 WITA.

Kesempatan ini tentu tak disia-siakan oleh Wiwi dan beberapa orang lain yang ada di situ. Sambil malu-malu mereka pun masuk, duduk, lalu makan bersama dengan Presiden dan rombongan.

“Senang banget saya enggak menyangka, enggak mimpi apa-apa. Tadi enggak tahu, terus ada yang bilang Presiden RI datang. Terus saya naik susul ke atas ke lantai 1, saya lari ke restoran Indonesia. Harapan saya Indonesia di masa Pak Jokowi lebih maju lagi, lebih baik. Saya gemeteran ketemu Presiden,” ucap Wiwi.

Dalam santap siang tadi, Presiden didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya, dan Kepala Protokol Negara Andri Hadi. Selain itu tampak hadir juga putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR