Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar (kiri) bersama empat wanita korban perdagangan manusia. Pemkab Polman akan bantu modal bekerja kepada empat korban ini, disampaikan Bupati Polman di ruang kerjanya, Senin, 27 November 2017. (Foto: Burhanuddin HR)

TRANSTIPO.com, Polewali – Empat wanita diduga datang dari negeri jiran, Malaysia. Keempat wanita itu adalah tenaga kerja asal Polman, Sulbar, Indonesia.

Mereka, TKI itu, telah dikembalikan kepada keluarganya yang dilakukan tim dari PJTKI bersama Dinas Tenaga Kerja Pemkab Polman. Proses penyerahan ini ke keluarganya atau ke orang tua mereka itu dilakukan di ruang kerja Bupati Polman, Senin, 27 November 2017.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemkab Polma Muh. Indar Jaya mengatakan, sesuai petunjuk Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar, korban human trafficking (perdagangan manusia) yang sempat diselamatkan ketika kunjungan beliau ke Malaysia pekan lalu.

Bupati janji akan diberikan pekerjaan, dan kami siap fasilitasi. Selain itu, masih kata Indar Jaya, oknum yang memperdagangkan warga ini akan kami cari, dan kami akan tempuh jalur hukum.

“Supaya ada efek jera pada pelakunya,” tegas Indar Jaya.

Masih Indar, oknum tersebut berinisial, An (22), asal Manding, Polewali. “Ditengarai masih di berada Nunukan,” kata Indar. Ada juga berinisial, An, juga masih di Nunukan.

Kepada Nining, Hartati, Suriani, dan Sahara, Andi Ibrahim Masdar berikan wejangan kepada korban agar tidak lagi mau dibujuk dan dirayu orang terkait pekerjaan di tempat rantau yang tidak jelas.

“Hujan emas di negeri orang hujan batu di sini, masih enak di kampung sendiri,” Bupati Polman berpantun kepada empat perempuan sebagai korban perdagangan manusia ini, yang duduk berempat di sebelahnya, seperti yang tampak pada gambar di atas.

Jadi, kata bupati lagi, saya berikan waktu berpikir satu Minggu. “Apa yang kita ingin kerja. Kalau sudah ada (yang mau dikerja) saya berikan modal, yang penting berwiraswasta,” janji Bupati AIM.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR