Desi Rosanti (18), gadis yang dipukul oleh tiga lelaki di Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mateng, Sulawesi Barat, pada Minggu malam, 10 Maret 2019, sekitar pukul 19.45 WITA. (Foto: Ruli)
Kapolsek Tobadak H. Mino di Kantor Polsek Tobadak, Kabupaten Mateng, Senin, 11 Maret 2019. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Nama lengkap perempuan muda ini adalah Desi Rosanti (18 tahun). Pada pemberitaan sebelumnya, laman ini hanya menyebutkan Desi.

Sebelumnya telah diberikan bahwa Desi Rosanti dihadang lalu dipukul oleh tiga lelaki pada Minggu malam, 10 Maret 2019, sekitar pukul 19.45 WITA, di Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng).

Pada Senin, 11 Maret 2019, kru laman ini menemui Kapolsek Tobadak Ipda H. Mino untuk meminta keterangan terkait perkembangan kasus pemukulan Desi Rosanti oleh tiga orang laki-laki, sehari sebelumnya.

Menurut penjelasan Kapolsek Tobadak Ipda H. Mino, setelah melakukan kajian dan prarekontruksi di TKP (tempat kejadian perkara, red) dan beberapa perkembangan terhadap korban, untuk menggali informasi dan keterangan lebih lanjut akhirnya aparat kepolisian dari Kapolsek Tobadak telah menemukan titik terang terhadap korban.

“Korban diduga memiliki permasalahan sebelumnya terhadap salah satu warga di Tobadak Tiga yang inisialnya (identitas, red) masih ditutupi oleh aparat kepolisian Tobadak demi keamanan dan perkembangan kasus ini,” ujar Ipda H. Mino.

Mino tambahkan, perkembangan dari kasus 175 ini, tadi malam (Senin malam, red) di Gunung Kapal untuk sementara kita pengembangan. Jadi informasi kita gali dari pihak korban bahwa ternyata dari pihak korban ini ada masalah sebelumnya. Itu keterangan dari salah satu warga di Tobadak Tiga.

Sehingga, sebut H. Mino, hasil pengembangan setelah kita lakukan prarekonstruksi yang dilaksanakan di Gunung Kapal, yang dapat kita gali dari korban bahwa dia pernah bermasalah dengan salah satu warga yang sudah berkeluarga di Tobadak Tiga.

“Dari hasil pengembangan itu, kita akan kembangkan untuk mencari tahu siapa dalang dan apa motif dibalik penganiayaan ini, karena lawannya ini atau korban adalah perempuan dan pelaku tiga laki-laki,” sebut Ipda H. Mino.

Rasdin, ayah Desi Rosanti, saat ditemui di rumahnya di Kabupaten Mateng pada Senin, 11 Maret 2019. (Foto: Ruli)

Ia mengaku, aparat kepolisian akan berusaha untuk bertindak cepat karena melihat permasalahan ini dugaan dengan motif adanya dendam lama antara pelaku dan korban (Desi, red).

Dengan melihat tempat kejadian perkara, ia menambahkan, tidak ada satupun barang korban, baik hp ataupun motor atau barang-barang lainnya yang berharga yang digunakan korban, diambil oleh pelaku saat melakukan penganiayaan tersebut.

“Untuk itu, kuat dugaan bahwa kasus ini adalah masalah dendam, sehingga diharapkan kepada semua pihak maupun korban untuk memberikan keterangan yang valid kepada aparat penyidik agar dalang dan para pelaku segera dapat kita amankan, dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” jelas Ipda H. Mino.

Jiga memang ini terbukti atas kasus penganiayaan ini, ujar Mino, aparat kepolisian akan memberikan sanksi tujuh tahun hukuman penjara sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Keluar korban berharap mudah-mudahan pihak kepolisian secepatnya menangkap para pelaku.

“Pelaku yang menganiaya anak saya secapatnya bisa ditangkap dan diproses secara hukum lalu diberi ganjaran yang setimpal. Karena ini betul-betul perbuatan luar biasa,” kata Rasdin, ayah Desi Rosanti, saat dikonfirmasi di rumahnya.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR