Dr. Urbanisasi saat menghadiri konsolidasi 'Kotak Kosong' di Mamasa, Sabtu, 10 Februari 2018. (Foto: Frendy Christian)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Sejumlah tindakan yang dinilai menyimpang atau merugikan uang negara di Kabupaten Mamasa akan dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu diungkapkan salah satu praktisi hukum asal Mamasa, Dr. Urbanisasi saat menghadiri konsolidasi pemenangan ‘kotak kosong’, Sabtu, 10 Februari 2018.

Menurutnya, saat ini sejumlah advokat-advokat muda dan senior yang ada di Jakarta sedang melakukan konsolidasi untuk membidik Mamasa menjadi target, sehingga tidak ada lagi korupsi di Mamasa.

“Saat ini sedang kami susun, karena kebetulan saya adalah salah satu ketua kompetensi advokat, sehingga kami menghimpun beberapa advokat senior dan mudah untuk melakukan penelusuran atas tindakan-tindakan yang terjadi di Mamasa, terutama hal peyimpangan. Data yang kami peroleh sudah mulai kami susun secara afiks untuk menjadi laporan,” kata Dr Urbanisasi.

Ia menyebut, sejak 2016 ada sekitar 46 kasus, tapi ada sekitar 3 kasus besar yang sedang mereka tangani untuk digali secara datail.

Katanya, hal itu akan menjadi preseden baik untuk Mamasa karena akan dilaporkan ke Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Meski demikian, ia tidak menyebut kasus-kasus apa saja yang akan dilaporkan, namun ia mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan KPK terkait laporan yang akan ia masukkan.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR