Presiden Jokowi mengunjungi salah satu anjungan yang cukup unik, yaitu anjungan kayu ringan yang dipamerkan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Banten, Rabu, 24 Oktober 2018. (Foto: Biro Pers Setpres)

TRANSTIPO.com, Tangerang – Pameran dagang berskala internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2018, di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Banten, resmi dibuka Presiden Joko Widodo pada Rabu, 24 Oktober 2018. Dalam pameran TEI ke-33 ini ditampilkan sebanyak 300 produk dan jasa, mulai dari kuliner, kerajinan, furnitur, produk industri kreatif, hingga industri strategis.

Dari sekian banyak anjungan yang ditampilkan, Presiden Jokowi mengunjungi salah satu anjungan yang cukup unik, yaitu anjungan kayu ringan atau light wood. Selain desain berbentuk sarang lebah atau beehive, di anjungan ini juga ditampilkan rumah yang terbuat dari kayu ringan Indonesia.

Setyo Wisnu Broto, seorang pengusaha kayu ringan mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan Presiden. Dari obrolan ringan tersebut, pria yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Indonesia Light Wood Association (ILWA) mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi sempat bertanya mengapa selama ini kayu ringan Indonesia hanya dibuat menjadi komoditas saja sehingga harganya di pasar selalu terombang-ambing.

“Kemudian beliau mengharapkan ada inovasi baru yang berbeda, memberikan added value yang jauh lebih tinggi, dan alhamdulillah kami dari ILWA mulai melakukan satu perubahan-perubahan besar dan perubahan-perubahan besar itu kita lakukan dalam bentuk inovasi end product dari kayu ringan atau light wood,” ujarnya.

Salah satu end product dari kayu ringan yang diminati oleh Presiden adalah rumah. Selain anti rayap, Setyo menuturkan, rumah ini juga didesain tahan gempa.

“Kalau sudah ditreatment itu bisa tahan 10 tahun,” lanjutnya.

Kepada Setyo, Presiden pun menyarankan agar rumah kayu ini dibuat di kawasan-kawasan wisata. Hal ini bisa membuat pertumbuhan kawasan pariwisata di Indonesia menjadi jauh lebih cepat.

“Karena membangun resort bintang 5 dengan kayu ringan dan kemudian murah itu akan sangat mempercepat proses investasi,” kata Setyo, demikian dikutip rilis dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden.

Di anjungan kayu ringan ini, Presiden yang didampingi Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Gubernur Banten Wahidin Halim, melihat beberapa furnitur yang juga terbuat dari kayu ringan. Bahkan, mereka tampak duduk bersama di sebuah meja makan. Obrolan ringan diselingi tawa memperlihatkan mereka menikmati suasana di anjungan tersebut.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR