Pasar tradisional Wonomulyo telah berubah sejak Pemkab Polman merubahnya menjadi pasar “Marasa”. Kru laman ini mengunjungi pasar ini pada Jumat pagi, 12 Juli 2019. (Foto: Wahyu)

TRANSTIPO.com, Polewali – Di akhir bulan Juni lalu merupakan catatan sejarah bagi masyarakat Kecamatan Wonomulyo, bahkan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) secara umum, terkhusus para pedagang yang hari-harinya berburu dengan waktu dalam lingkup pasar itu untuk mengail rejeki.

Pasar tradisional Wonomulyo ini bukan hanya dibanjiri pada siang hari atau sore hari saja, namun pada pasar dinihari (pasar subuh) juga ramai, bahkan lebih ramai dibanding pada siang harinya.

Namun sedikit berbeda saat pasar subuh dengan di siang harinya, di mana pada waktu subuh itu, yang dimulai pada pukul 02.00-05.00 WITA, didominasi oleh para pedagang yang datang dari segala arah Di Polman, bahkan tak sedikit juga yang datang dari kabupaten tetangga seperti dari Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Mejene.

Bahkan yang paling menonjol adalah para pedagang keliling yang menggunakan motor menyisir di sejumlah pelosok desa yang tak dapat dijangkau oleh roda empat (mobil). Mereka keliling menggunakan motor yang dikenal dengan pa’gandeng dengan membawa sejumlah kebutuhan pokok, diantaranya ikan dan sayur-mayur.

Selain karena pasar subuh, pasar tradisional Wonomulyo juga dikenal dengan barang dagangan yang tidak terlalu mahal, terjangkau oleh berbagai kalangan. Maka tak heran jika pasar itu sangat diminati oleh banyak orang terlebih di saat pasar subuh.

Pasar ini sebelumnya tampak semrawut. Para pedagang yang berlomba-lomba menempati posisi yang paling strategis hingga terlihat berantakan, belum lagi sampah yang berserakan di mana-mana, ibarat tempat yang telah lama tak dihuni.

Namun semua itu berbalik saat Pemerintah Kabupaten Polman, melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, Usaha Kecil dan Menegah (Diskoperindag UKM) melempar perhatian dengan menata pasar tradisional Wonomulyo itu, yang kemudian menjelma dalam waktu yang tidak lama.

Pada 30 Juni lalu, pasar tradisional Wonomulyo oleh Pemkab Polman merubahnya menjadi pasar “Marasa” sehingga sudah mulai tampak indah, rapi, dan enak dipandang.

Pasar Marasa ini merupakan langkah pemerintah untuk menepis peredaran sejumlah tempat perbelanjaan modern seperti Alfamart, Indomaret, dan Alfamidi yang tengah berkembang di Kabupaten Polman. Memang, tidak dipungkiri tempat-tempat perbelanjaan seperti itu juga diminati oleh banyak orang, tapi tentu pedagang kecil seakan tersisi.

“Karena tidak dipungkiri banyak juga orang yang lebih tertarik belanja di pasar ketimbang minimarket, jadi pasar Marasa ini menjadi solusi bagi masyarakat, baik para pedagang juga kepada konsumen,” ujar Sekertaris Daerah Kabupaten Polman Bebas Manggazali pada Jumat, 12 Juli 2019.

Pasar Marasa ini, kata Bebas, merupakan langkah awal, tentu masih akan terus dibenahi hingga benar-benar menjadi pasar yang seperti julukannya yaitu “Marasa”. Bukan hanya di sekelilingnya namun kehidupan para pedagang juga dapat berubah lebih sejahtera dibandingkan sebelumnya.

“Ke depan pihak pemkab akan terus mendorong pasar ini sehingga dapat menarik perhatian dari masyarakat luas, namun secara perlahan yang pasti kita upayakan pasar tersebut menjadi warna tersendiri bagi Polman,” tandas Bebas.

Komentar lain datang dari Kepala Bidang Koperasi dan UKM Djaslipa mengatakan, pasar Marasa ini adalah salah satu dari lima program inovasi Pemerintah Kabupaten Polman, di mana memberikan dorongan kepada masyarakat dalam hal kesajahteraan. Selain itu juga dalam penataan kota utamanya di lingkungan pasar.

“Ini juga adalah langkah pemerintah untuk menata pasar dengan baik, agar para pedagang maupun konsumen dapat merasa nyaman ketika melakukan transaksi,” kata Djaslipa.

Djaslipa menuturkan, selain menata keindahan pasar juga menata para pedagang, yang dahulu terlihat semrawut menjadi tersusun rapi saat di sekelilingnya telah terlihat sangat bersih berkat program pasar Marasa.

Usai dilaunching menjadi pasar “Marasa” para pedagang mengaku telah mengalami berbagai perubahan dibanding sebelumnya, mulai dari kebersihannya hingga pada pendapatan para pedagang juga mengalami perubahan.

Meskipun tidak terlalu signifikan perubahannya, namun para pedagang sudah merasakan dampak baik setelah program pasar “Marasa” yang telah menjadi program pemerintah ini. Para pedagang pun tak henti-hentinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Polman yang telah menyulap pasar tradisional ini menjadi pasar yang lebih banyak dikunjungi oleh masyarakat.

“Kami sangat berterimakasih kepada jajaran Pemkab Polman yang telah memberikan ruang kepada kami untuk sedikit demi sedikit mengarah kepada kesejahteraan. Semoga dengan adanya pasar Marasa ini kemajuan ekonomi juga di tengah masyarakat dapat dirasakan,” kata Sanah, salah satu pedagang buah dalam lingkungan pasar Marasa itu.

Sanah mengaku, sejak launching pasar “Marasa” ini dirinya lebih merasakan keuntungan dari konsumen. Sebelumnya pada setiap hari hanya mendapatkan keuntungan kisaran Rp200 ribu lalu naik menjadi Rp400 hingga Rp500 ribu per hari.

“Ini karena pengaruh pasar yang sudah bersih ketimbang sebelumnya. Peminat yang datang berbelanja di pasar ini juga meningkat,” ujar Sanah.

WAHYUANDI

TINGGALKAN KOMENTAR