Infografik oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Barat. (Foto: Ist.)

Prospek ekonomi Provinsi Sulawesi Barat tahun 2019 diproyeksi membaik. Sementara di saat yang sama, kondisi perekonomian global diperkirakan cenderung melambat beberapa tahun ke depan, termasuk Indonesia.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Dadal Angkoro menyebut pada tahun 2011 Provinsi Sulbar melambung namanya di kancah nasional dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 10,7 persen, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yakni 6,2 persen.

Ekonomi Sulbar yang tumbuh positif sebab dipengaruhi oleh peningkatan pembangunan infrastruktur disertai dengan harga komoditas tinggi, terutama komoditi kakao di sektor perkebunan.

Tapi kemudian di tahun berikutnya, pertumbukan ekonomi Sulbar menurun, seperti pada tahun 2012 (9,2 peren) dan 2013 (6,9 persen). Selengkapnya, seperti tampak pada infografik yang dibuat oleh Kepala Kpw BI Sulbar Dadal Angkoro.

Adanya kecenderungan tren pertumbuhan menurun itu disebabkan beberapa indikasi, salah satunya karena belum adanya industri pengolahan, misalnya pada kakao dan ikan.

Berikutnya, terutama pada tahun 2014, pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulbar kembali membaik dengan peningkatan mencapai 8,9 persen.

Infografik oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Barat. (Foto: Ist.)

Hal ini terjadi disebabkan karena tumbuhnya investasi swasta pada industri pengolahan kelapa sawit, dan itu berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pada tahun-tahun berikutnya agak fluktuatif, tapi masih tetap di atas pertumbuhan ekonomi rata-rata nasional, seperti di tahun 2015 hingga 2017.

Dalam acara Talkshow Pertemuan Tahunan BI 2018 yang dilaksanakan oleh Kpw BI Provinsi Sulbar, Dadal Angkoro menyampaikan bahwa prospek ekonomi Provinsi Sulbar akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga.

“Pertumbuhan ekonomi Sulbar pada 2019 diperkirakan meningkat hingga mencapai kisaran 6,9 persen s.d. 7,3 persen. Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran sasaran 3,5+1 persen dengan terjaganya tekanan harga dari sisi permintaan, volatile foods dan administered prices, ekspektasi inflasi, dan stabilnya nilai tukar Rupiah,” sebut Kepala Kpw BI Sulbar Dadal Angkoro.

Infografik oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Barat. (Foto: Ist.)

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut, sebut Dadal Angkoro, Bank Indonesia menyampaikan empat rekomendasi utama.

Pertama, perlu adanya peningkatan kinerja untuk komoditas unggulan seperti sawit dan kakao pada sektor perkebunan melalui replanting tanaman tua dan peningkatan produktivitas panen.

Kedua, pembangunan infrastruktur strategis terkait konektivitas dan produktivitas yang memberikan nilai tambah bagi ekonomi.

Ketiga, mendorong perdagangan antar wilayah melalui pembangunan iklim usaha yang kondusif.

Keempat, penyediaan kemudahan investasi dalam rangka peningkatan nilai tambah.

Pertemuan Tahunan BI Provinsi Sulbar 2018

Infografik oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Barat. (Foto: Ist.)

Dalam rilis Kantor Perwakilan (Kpw) BI Sulbar disebutkan, Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) diselenggarakan rutin setiap akhir tahun. Tahun ini, PTBI Provinsi Sulbar dilaksanakan di Mamuju pada Kamis, 6 Desember 2018.

Dalam PTBI ini adalah forum untuk menyampaikan evaluasi kinerja ekonomi tahun 2018 serta prospek ekonomi dan arah kebijakan Bank Indonesia tahun 2019 yang dirangkum dalam tema “Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan”.

Pertemuan ini dihadiri sejumlah pihak, antara lain Pemprov Sulbar, DPRD Sulbar, dan unsur Forkopimda Sulbar, para bupati dan pimpinan DPRD kabupaten se-Sulbar, perbankan dan korporasi nonbank, akademisi, pengamat ekonomi, serta perwakilan sejumlah lembaga/instansivertikal.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulbar Dadal Angkoro menyampaikan, ditengah perkembangan ekonomi global yang tidak kondusif, Provinsi Sulbar malah menunjukkan ketahanan dalam menghadapi dampak hambatan global dengan stabilitas yang terjaga dan momentum pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut.

Inflasi sepanjang tahun 2018 tetap rendah sehingga mendukung peningkatan daya beli masyarakat. Stabilitas sistem keuangan terjaga yang ditopang oleh permodalan perbankan yang kuat, risiko kredit yang terkendali, meningkatnya penyaluran kredit, dan likuiditas yang cukup.

Perekonomian domestik yang tetap baik ditopang kelancaran sistem pembayaran yang tetap terpelihara, baik dari sisi tunai maupun nontunai.

Kinerja positif ekonomi Provinsi Sulbar tidak terlepas dari sinergi kebijakan yang kuat oleh Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan berbagai otoritas lainnya dalam suatu bauran kebijakan ekonomi. Dukungan dan optimisme perbankan, dunia usaha, dan investor juga sangat mendukung terciptanya kestabilan makro ekonomi.

Dari sisi Bank Indonesia, Bank Indonesia selalu berupaya memberikan rekomendasi kebijakan melalui riset dan analisis kepada Kepala Daerah.

Di sisi sistem pembayaran, kebijakan terus diarahkan untuk memperkuat kelancaran, keamanan dan efisiensi mekanisme pembayaran berbagai transaksi ekonomi dan keuangan. Bank Indonesia juga terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah baik dilakukan sendiri maupun dalam koordinasi dengan lembaga terkait.

Infografik oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Sulawesi Barat. (Foto: Ist.)

Di bidang moneter, sejumlah instrumen syariah diterbitkan seperti Sukuk Bank Indonesia (SUKBI), NCD dan CPs Syariah, dan instrumen lindung nilai berbasis Syariah. Bank Indonesia juga memprakarsai pengembangan core-principles dan instrumen keuangan sosial seperti Zakat Infaq Shodaqoh (ZIS) dan Wakaf untuk mendukung pemberdayaan ekonomi.

Pengembangan rantaian ekonomi halal (halal economic chains) ditempuh melalui pemberdayaan ekonomi Pesantren maupun di sejumlah sektor dan komoditas seperti pariwisata, makanan, fashion, dan UMKM.

Dalam kesempatan penyelenggaraan PTBI, Bank Indonesia memberikan apresiasi penghargaan tahun 2018 kepada 3 (tiga) stakeholder berdasarkan beberapa kategori yaitu: pemerintah daerah dengan upaya pengendalian inflasi terbaik kepada Pemerintah Kabupaten Majene; media jurnalistik dengan berita ekonomi terbaik kepada Media Cetak Sulbar Express; dan bank pengelola kas titipan terbaik kepada PT BPD Sulselbar Cabang Pasangkayu.

Penghargaan ini diberikan sebagai suatu bentuk apresiasi atas kinerja terbaik para stakeholder Bank Indonesia, serta merefleksikan jalinan sinergi antara Bank Indonesia dan para pelaku ekonomi bersama-sama Pemerintah. Berupaya mewujudkan stabilitas makro ekonomi, serta memfasilitasi akselerasi pertumbuhan ekonomi secara sehat dan berkesinambungan.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR