Fahri Yasuf Tuali, Kepala Bidang Pajak Badan Pengelolah Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Pemprov Sulbar. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Penghasilan pajak rokok di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) di tahun 2018 mengalami peningkatan bahkan melampaui target yakni 100,59 persen dengan penghasilan sebesar Rp85 miliar lebih.

Data di atas diungkapkan oleh Kepala Bidang Pajak Badan Pengelolah Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Pemprov Sulbar Fahri Yasuf Tuali kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya pada Kamis, 10 Januari 2019.

“Pengjasilan pajak rokok tahun 2018 di Sulbar sebesar Rp85 miliar lebih. Jumlah itu melebihi target dari yang kita tentukan dengan persentase sekitar 100,59 persen,” ungkap Fahri.

Dari pajak penghasilan rokok ini akan dibagi kepada daerah atau kabupaten yang ada di Provinsi Sulbar. Pembagian ini disesuaikan dengan jumlah penduduk setiap daerah, dan itu menjadi salah satu ukuaran dalam pembagian ke tiap-tiap daerah.

“Kami menargetkan pendapatan pajak rokok di tahun 2019 sebanyak Rp91 miliar, atau naik sekitar Rp5 miliar dari target tahun sebelumnya,” ujar Fahri.

Adapun data pembagian pajak rokok tahun 2018 ke setiap kabupaten di Provinsi Sulbar sebagai berikut:

Kabupaten Mamuju sebanyak Rp11.705.441.785,04.
Kabupaten Majene sebanyak Rp8.062.631.065,85.
Kabupaten Polewali Mandar (Polman) sebanyak Rp16.821.107.927,88.
Kabupaten Mamasa sebanyak Rp7.664.045.556,08.
Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) sebanyak Rp6.678.560.333,18.
Kabupaten Pasangkayu sebanyak Rp7.924.671.938,77.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR