Camat Matangnga Adam Haruna. (Foto: BurhanuddinHR)

TRANSTIPO.com, Polewali – Sejak dahulu kala warga Kecamatan Matangnga, satu-satunya kecamatan di Kabupaten Polman dengan keseluruhan wilayahnya adalah daratan: bukit, gunung, dan sedikit dataran dan lembah.

Setiap ada pertemuan formil di Pemkab Polman atau di DPRD Polman, salah satu yang utama permintaan mereka adalah jalan, jalan, dan jembatan (3 J)—belakangan ini jadinya jalan, jembatan, dan jaringan. Jadi tetap 3 J.

Dengan dibangunnya jembatan Salu Lambu—yang diresmikan pemakaiannya oleh Bupati Polman beberapa waktu lalu—dan dalam proses pekerjaan jembatan di Desa Sabura, yang menghubungkan Kecamatan Matangnga dengan Kecamatan Tapango, maka persoalan ‘J’ sudah terjawab—meski belum semuanya.

Soal jalan? Kini, tengah dikebut pengerjaan jalan jalur Bulo-Matangnga. Dengan begini kebutuhan mendesak yang satu ini bisa dibilang terbayarkan. Tapi persoalan jaringan telekomunikasi masih tak benderang kapan datangnya.

Ketika zaman ini adalah era informasi media sosial dan kabar siber, warga Matangnga juga ingin merasakannya kemudahan berkomunikasi cepat dan murah.

Ketika kru laman ini temui Camat Matangnga Adam Haruna di Desa Lilli, Rabu, 18 Oktober 2017, ia ungkapkan desakan warganya akan inginnya ada jaringan handphone di Matangnga.

Tapi soal ‘J’ yang satu ini biarlah hadir belakangan, begitu pemakluman Adam Haruna. Ia bersyukur sebab ‘2 J’ lainnya—jalan dan jembatan—sudah hadir dan telah dinikmati warga.

“Peresmian jembatan Sungai Besar Salu Lambu di Desa Tapua, Matangnga, merupakan momentum awal kebangkitan masyarakat Matangnga. Dulu hanya jembatan gantung. Hanya kendaraan roda dua yang bisa lewati. Kini roda empat pun sudah bisa lewat untuk mengangkut hasil bumi lewat jalur Tapango tujuan Pasar Wonomulyo,” jelas Adam Haruna kepada laman ini.

Masih Camat Matangnga ini, kini akses ke Kecamatan Mapilli dan Kecamatan Luyo singkat sekali.

“Di Mapilli dan Luyo sebagai tempat pergudangan sejumlah hasil kebun rakyat berupa kakao, kemiri, dan rotan. Kami sudah rasakan akses ekonomi yang terbuka dengan adanya jembatan di jalur utama kecamatan kami ini,” jelas Adam Haruna.

Disebutkan pula, “Nanti jalan mulus poros Bulo-Matangnga. Akhir Februari hingga Maret 2018, Insya Allah pekerjaan jalan aspal hotmix dan rabat beton selesai.”

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR