Syamsul alias Ancu, seorang petani warga Dusun Leppang, Kelapa Dua, Anreapi, Polman. (Foto: Burhanuddin HR)

TRANSTIPO.com, Polewali – “Memilih ABM,” itu kata pembuka ketika Syamsul alias Ancu ditanya tentang generasi HM Masdar Pasmar (alm.) ini di rumahnya.

Syamsul adalah warga Kelurahan Darma Kecamatan Polewali, Polman, Sulbar.

“Pesan orang tua kami almarhum Daca, Kami masih kecil sudah tinggal di Dara, Keluhan Darma. Bapak kami selalu mengatakan, di mana saja berposisi Puang Masdar, di situ juga kita semua sekeluarga. Puang Masdar itu teman sekolah semasa SR (SD saat ini, red). Beliau juga teman sepermainan kami. Dia anak bangsawan, tapi kita yang tinggal di kampung selalu bersamanya bermain. Beliau tidak pernah pilih kasih,” cerita Daca ketika ditemui di kediaman orang tuanya, Selasa, 31 Januari 2017.

“Saya sekarang tinggal di dusun Leppang Desa Kelapa Dua Kecamatan Anreapi. Kalau tidak salah sekitar 400 orang wajib pilih di sana. Saya sudah pernah telusuri semua,” aku Ancu.

Ancu mengaku kepada laman ini.

“Saya ini petani, kebun saya berada di poros jalan ke Mamasa. ABM itu saya tidak kenal dan beliau tidak kenal saya. Tapi karena memang pesan orang tua, maka amanah ini saya harus jalankan untuk mendukung terus keluarga besar Matakali. Target saya di kampung Leppang—tempat saya hidup bersama keluarga—insya Allah suara ABM 90 persen. Kami sudah sepakat semua warga yang merupakan keluarga besar kami yang mendiami tebing terjal di poros jalan ke Mamasa, semoga ABM jadi gubernur, itu do’a kami,” kunci Ancu.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR