Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar (AIM). (Foto: NET)

TRANSTIPO.com, Polman – Pemilihan Bupati Polman yang akan dihelat pada 2018 memang sudah terlampau lama lagi. Suhunya memang belum tampak menyeruak lantaran mementumnya ‘dihimpit’ waktunya Pilgub Sulbar.

Tapi, menurut banyak pendapat, sinyal tentang pemilihan bupati (Pilbub) Polman akan secara benderang muncul seusai perhelatan Pilgub Sulbar 2017. Memang, di alam demokrasi yang kian dewasa dan terbuka seperti saat sekarang ini, kompetisi di level elit pemimpin daerah sudah bukan modelnya ditutup-tutupi.

Kekuatan posisi politik Andi Ibrahim Masdar (AIM) memang hingga saat ini—atau bahkan hingga 2018 nanti—dalam kaca mata normal, nyaris tak gampang ditandingi.

Nah, dengan fakta itu sekiranya, figur-figur pendatang baru lebih memilih jalur aman: berposisi sebagai wakil, dan berhasrat bergandengan dengan AIM.

Sebut misalnnya, Rektor Unasman Hj. Chuduriah Sahabuddin dan Rektor IAI DDI Polman Anwar Sewang. Kedua tokoh pendidik dan pemimpin formal perguruan tinggi di Polman ini, jika kelak hendak berpolitik, maka ia akan memilih berpaket dengan AIM.

Kepada laman ini, Anwar Sewang sesumbar. “Untuk wakil bupati di Polman saya belum berpikir. Namun kalau itu dihendaki saya kira itu sesuatu yang luar biasa. Tapi keinginan saya bersama keluarga dan kelompok kami di sini, kita menunggu Balanipa jadi kabupaten barulah kita maju jadi calon Bupati Balanipa,” aku Anwar Sewang jujur.

Sementara, menurut Hj. Chuduriah Sahabuddin, belum berpikir hal itu. “Tapi kalau Tuhan menghendaki saya kira itu tak bisa kita tolak. Kan masih jauh, kita konsen dulu di pendidikan untuk generasi kita. Terkait Pilgub, biar berjalan dululah. Soal balon wakil bupati yang di luar sudah berkembang isu kita lihat saja nanti prosesnya,” kata Chuduriah diplomatis.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR