Persawahan di Desa Tumpiling, Wonomulyo, Polman, tampak menguning dengan minim bulir padi akibat serangan hama tikus. (Foto: Burhanuddin HR)

TRANSTIPO.com, Wonomulyo – Musim panen padi kali ini bisa dibilang gagal panen. Hal itu terjadi di sejumlah sawah Desa Tumpiling, Wonomulyo, Polman, Sulbar.

Gagal panen itu ditengarai akibat serangan tikus sawah milik warga di desa itu. Luas persawahan warga yang gagal panen itu diperkirakan mencapai puluhan hektar. Dan yang paling luas di Dusun Kampuno, Desa Tumpiling, Polman.

Anggota Kelompok Tani di Desa Tumpiling, Baharuddin, saat dijumpai pada Jumat sore, 2 Juni, di Tumpiling, mengatakan, kami heran sebab di lokasi yang sama dua kali panen tak membuahlan hasil.

“Bisa dibilang 100 persen ludes atau padi tak berbuah. Kita bisa lihat kalau lewat pas di pinggir jalan, batang padi pendek-pendek dan berwarna merah. Isinya tak ada sebulir pun,” kata Baharuddin.

Tak jauh dari area persawahan yang ditunjukkan oleh Baharuddin kepada kru laman ini, kondisi hasil panennya lebih parah lagi.

“Kasihan penggarapnya. Dua kali panen gagal total. Sudah barang pasti rugi ongkos kerja, alat dompeng misalnya. Yang, pasti dari segala modal yang tumpah untuk sekali musin tanam sudah jutaan rupiah,” kata Baharuddin lagi.

Sebagai petani, Baharuddin berharap perlu ada solusi agar tikus tak menyerang lagi sawah kami.

“Pihak dinas pertanian kami harap bantu kami untuk musim tanam nanti,” pinta Baharuddin.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR