Sejumlah anak-anak Indonesia tampak riang menyambut dunia literasi yang kian marak di Indonesia. (Foto: Net.)

Lihat baik-baik anak-anak kita pada gambar di atas. Mereka bangga dapat kiriman buku-buku pelajaran. Dengan ini, kita punya mimpi yang besar: kelak generasi bangsa ini hebat—melampaui kita saat ini. Semoga.

TRANSTIPO.com, Polewali – Paling tidak dalam tiga tahun terakhir ini, dua pejuang literasi di Sulawesi Barat paling pesohor.

Dua pejuang dimaksud adalah Muhammad Ridwan Alimuddin. Penulis dengan spesifikasi ilmu akademik di bidang maritim nusantara ini bergerak bersama lembaganya, Perahu Pustaka.

Lewat Perahu Pustaka, Ridwan Alimuddin kerap berlayar dengan perahu kecil menyambangi warga Mandar di banyak pulau di Sulawesi Barat, bahkan ke pulau-pulau kecil di provinsi tetangga.

Dunia menyambutnya.

Dengan itulah Ridwan bagai ikon baru dunia baca di provinsi ini.

Ridwan tak sendiri. Jika ia bergerak ke pelbagai pulau yang menantang, Muhammad Munir bergerak ke arah yang lain.

Lelaki muda Mandar ini seolah terus ‘mengabsensi’ di mana lembaga literasi berdiri di Sulawesi Barat. Lewat Rumpita—Rumah Kopi dan Perpustakaan—di Tinambung, Polewali Mandar sana, Muhammad Munir setia menerima donasi buku, entah dari pelbagai mana.

Kemudian, Munir meneruskannya ke sejumlah lembaga literasi ke pelosok kecamatan dan desa di sejumlah kabupaten di provinsi ini.

Jika Ridwan disimplikasi bergerak ke pelbagai pulau, Munir bolehlah dibilang telusur potensi baca di desa-desa. Dua cara yang bagus bagi kedua pemuda di jaman ini.

Ia bergerak tanpa pamrih—sebuah cara yang paling langkah untuk saat ini.

Tak sedikit ‘pemuda kota’ mengikuti jejak Ridwan dan Munir. Mereka bergerak membangun lembaga literasi, pula mengirimkan atau paling tidak mendonasikan buku-buku dari rak-rak buku mereka.

Yang terakhir ini, salah satunya, adalah ‘pemuda tua’ Burhanuddin Haruna. Ia tinggal di Polewali Mandar dengan profesi wartawan.

Salah seorang wartawan di Polewali Mandar, Burhanuddin Haruna (kiri) sedang mendonasikan buku simpanannya kepada Kepala Desa Tammangalle, Tinambung, Polewali Mandar di Warung Kopi Raja, Manding, Polewali, Rabu, 21 Februari 2018. (Foto: Ist.)

Sepulang dari mengikuti Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatera Barat, 7-10 Februari, ia berpikir ada baiknya buku-buku yang dibawanya dari Padang tersebut didonasikan ke desa.

Pada Rabu sore, 21 Februari, Burhanuddin bertemu dengan Husain, Kepala Desa Tammangalle, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar.

Di Warung Kopi Raja, Manding, Polewali itu, ia menyerahkan sejumlah buku—buku hasil pembagian di HPN dan yang disimpannya—kepada Husain. Penyerahan buku ini disaksikan oleh Pjs Kasi Intel Kodim Polewali Mandar, Pelda Aslam Latif bersama sejumlah pengunjung di warkop itu.

“Ini program bagi-bagi buku bagus, selain bangkitkan minat baca juga kita sekaligus mendorong budaya baca untuk anak-anak di desa. Ini salah satu pencerahan yang akhirnya akan muncul orang cerdas (SDM bagus) di desa. Saya berharap pembagian buku dengan judul Pantun Spontan bisa juga ada di perpustakaan pribadi saya, di ruang kerja saya,” sambut Aslam Latif.

BURHANUDDIN HR/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR