Pemkab Polman, Sulbar, sedang menggalakkan Program Inseminasi Buatan (IB) dalam Opsus Semua Induk Wajib Bunting (Siwab). (Foto: Burhanuddin)

TRANSTIPO.com, Polman – Program Inseminasi Buatan (IB) dalam Opsus Semua Induk Wajib Bunting (Siwab) 2016 telah dicanangkan di Polman. Menurut Anggota Komisi II DPRD Polman (dari PPP) Muliadi Sunusi kepada laman ini di Wonomulyo, Polman, Sabtu, 26 November 2016, semua petani yang sapinya masuk program tersebut akan dibayar Rp 100.000 sekali inseminasi.

“Dan apabila diulangi inseminasi maka akan dibayar lagi sekitar Rp 50 ribu,” kata Muliadi Sunusi.

Mengenai pembayaran ke peternak sapi itu ditepis oleh Kabid Peternakan Distanak Polman Kaharuddin ketika dihubungi lewat telepon, Ahad, 27 November.

“Untuk sekarang ini belum ada pembayaran ke petani peternak. Tapi program ini gratis untuk petani yang menjadi Abseptor IB. Apabila sapinya birahi atau siap kawin, maka petugas Inseminator akan melayani dengan gratis,” kata Kaharuddin.

Masih menurut Kaharuddin, mengenai program Siwab yang akan berjalan tahun 2017, hingga kini belum ada juknisnya.

“Kita target tahun 2017 akan lebih banyak kelahiran hasil Inseminasi buatan guna menjaga swasembada daging. Dengan begitu, akan meningkat pula taraf hidup perekonomian masyarakat petani peternak. Kami berharap ada dana insentif buat petani yang masuk program tersebut. Semoga dalam DIPA tahun 2017 ada anggaran untuk itu,” harap insinyur peternakan ini.

Salah seorang petugas dari Distanak Polman sedang memeriksa kesehatan seekor sapi. Pemkab Polman kini tengah menggalakkan program Inseminasi Buatan (IB) dalam Opsus Semua Induk Wajib Bunting (Siwab). (Foto: Burhanuddin HR)
Salah seorang petugas dari Distanak Polman sedang memeriksa kesehatan seekor sapi. Pemkab Polman kini tengah menggalakkan program Inseminasi Buatan (IB) dalam Opsus Semua Induk Wajib Bunting (Siwab). (Foto: Burhanuddin HR)

Terpisah, salah seorang petugas Inseminator Kecamatan Wonomulyo, Hamzah, mengatakan bahwa kadang-kadang petani membayar bila lokasinya jauh.

“Tapi kami tidak minta. Jika pun bayar, ya tidaktentu, paling hanya untuk pembeli bensin. Kadang Rp 40 ribu, biasa juga Rp 50 ribu. Begitu juga kalau berhasil, biasa petani peternak ada hadiah sebagai bonus. Ya, mereka gembira memiliki sapi berkualitas, yang ketika dijual harganya bisa lima kali lipat dari harga sapi yang kelahiran alamiah (biasa) atau tanpa program IB,” urai Hamzah.

Menurut Hamzah, anak sapi hasil suntikan Pedetnya (anak sapi) nilainya sudah jutaan rupiah. Jenis sapi tersebut seperti Simental Onggol Limosing  dan sapi Herefor dari Wales Inggris.

“Jenis sapi ini, umur lima tahun saja harganya bisa sampai puluhan juta rupiah. Jadi petani peternak yang sapinya melahirkan sapi-sapi impor akan gembira karena nilai rupiahnya tinggi bila dijual. Jadi petani biasa kasih hadiah,” jelas Hamzah menutup perbincangan.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR