Peternak Sapi Mapilli dan Alu Dapat Hadiah Umroh

345

TRANSTIPO.com, Polman – Direktur Pakan Ternak Kementerian Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc hadir di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), tepatnya di Desa Baru Kecamatan Luyo, Sabtu, 22 Oktober 2016.

Doktor lulusan Universitas of Kagoshima Jepang, 2003, ini hadir dalam acara Sosialisasi Semua Induk Wajib Bunting (SIWAB), Program Inseminasi Buatan dan Embrio Transfer pada ternak sapi produktif yang berlangsung di Desa Baru itu.

Selain lelaki kelahiran Makassar, 23 Februari 2966 ini, juga hadir Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar, dan Ketua HKTI Sulbar Ali Baal Masdar (ABM).

Sejumlah petani peternak dari 16 kecamatan apseptor IB hadir di acara SIWAB. Doktor Nasrullah menjelaskan, target rata-rata nasional yang kita butuhkan untuk hasil inseminasi buatan (kawin suntik) dan embrio transfer adalah 4 juta peserta (apseptor). Namun kita harapkan kelahiran sebanyak 3 juta anak Sapi.

“Kalau ini bisa tercapai secara nasional, maka kita bisa surplus atau swasembada daging. Namun yang menjadi persoalan, di Sulbar ini 80 persen sapi rata-rata kawin alami, hanya 20 persen yang tersentuh program IB. Kalau ini bisa dibalik, kawin alami 20 persen dan kawin suntik 80 persen maka yakin para kelompok tani akan kita bagikan induk sapi yang berkualitas. Kita butuh produksi, kalau sapi betina kita jatuh di pemotongan hewan maka pabrik produksi pedet tidak akan ada, makanya kami berharap kepada Gubernur Sulbar dan Bupati Polman, kita keroyok program ini, seperti halnya pertanian tanaman pangan yang kini sudah surplus beras,” urai Direktur Pakan Ternak Kementan RI, Nasrullah.

Doktor Nasrullah berharap, “Program SIWAB ini perlu kita sukseskan agar para peternak bisa sejahtera.”

Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh beri apresiasi kepada petani ternak di Polman yang telah sukses masuk dalam program inseminasi buatan.

“Kami berharap ke depan, khususnya pengganti kami nantinya bisa meneruskan program ini untuk Polman. Saya percayakan kepada Andi Ibrahim Masdar agar merespon program ini. Di Sulbar ini, populasi ternak sapi terbanyak ada di Polman. Karena itu saya berharap kerjasama dengan Ketua HKTI Sulbar Ali Baal Masdar,” kata Gubernur Anwar, yang diselingi canda dan tawa.

Di tempat yang sama, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar mendahului sambutannya dengan melakukan undian umroh untuk para petani peternak, khususnya anggota kelompok tani ternak yang hadir di acara SIWAB itu.

Ada dua nama yang beruntung dalam penarikan undian ini, yakni Kasman, anggota kelompok tani dari Desa Saragian Kecamatan Alu. Yang satunya lagi yang beruntung akan berangkat umroh adalah Ratna, anggota kelompok tani Parallu dari Desa Rumpa Kecamatan Mapilli.

Keberuntungan Ratna ini merupakan jatah dari Hj. Enny Anggraeni Anwar. Kasman dan Ratna akan berangkat umroh pada 2017 nanti. “Keduanya akan diberangkatkan pada bulan Maret 2017,” kata Andi Ibrahim Masdar (AIM).

Dalam sambutannya Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar mengatakan, “Ini saya lakukan karena ingin memberikan semangat kepada petani peternak di Polman. Dengan demikian insya Allah target yang diinginkan Kementan bisa kita capai. Dan perlu juga diketahui bahwa peternak sapi akan diberikan polis asuransi. Artinya, apabila ada sapinya yang hilang atau mati walau satu ekor, maka akan dibayarkan premi Rp 10 juta rupiah. Asal mati betul dan diketahui petugas hewan di lapangan dan kepala desa setempat. Kalau hilang perlu ditambah laporan dari kepolisian,” urai Andi Ibrahim Masdar.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR