Para Crosser peserta Kejurnas Seri IX di Polewali Mandar sedang berada di titik star balapan, Sirkuit Sport Centre, Sabtu, 17 September 2016. (Foto: Andi Arwin)

Andi Arwin melaporkan langsung dari Arena Sport Centre, Polewali Mandar.

TRANSTIPO.com, Polman – Dua puluh tahun lebih silam, Haji Said Mengga membangun lapangan pacuan kuda, persis di belakang Stadion Sepak Bola HS Mengga, di Manding, Madatte, Polewali Mandar.

Di masa Ali Baal Masdar memimpin Kabupaten Polewali Mandar sebagai bupati, kawasan lapangan pacuan kuda itu ‘dihiasi’ sebagai hutan kota—tampak rindang, sangat teduh nan asri.

Kini, ketika Andi Ibrahim Masdar jadi Bupati Polewali Mandar, kawasan pacuan kuda nan menghijau, kembali ‘disentuhnya’ dengan menambahkan satu area khusus menjadi arena balap motor. Ibrahim pulalah yang beri nama tempat ini: Sport Centre.

Tempat pelaksanaan Kejurnas Seri IX MotoCross di Polewali Mandar ini berdampingan dengan Lapangan Pacuan Kuda. (Foto: Andi Arwin)
Tempat pelaksanaan Kejurnas Seri IX MotoCross di Polewali Mandar ini berdampingan dengan Lapangan Pacuan Kuda. (Foto: Andi Arwin)

Jadilah, dalam satu kawasan terdapat tiga hal yang penuh arti: lapangan pacuan kuda, tampak hutan kota, dan menderu-deru bunyi kendaraan bermesin tiap kali ada event besar—seperti Kejurnas MotoCross saat ini.

Kejurnas MotoCross Seri IX yang digelar di Sirkuit MotoCross Sport Center, Manding, Madatte, Polewali, berlangsung dari 17 hingga 19 September 2016. Event ini berskala nasuonal sebab diikuti oleh pembalap-pembalap dari pelbagai provinsi di Indonesia.

Para penggemar motor cross yang tak sempat masuk di arena perlombaan, terpaksa memanjat pohon yang tumbuh rindang di sekitar arena balapan. Dari pantauan transtipo.com, tampak anak-anak, orang dewasa, bahkan orang tua manjat pohon demi untuk melampiaskan hasratnya menyaksiakan joki andalannya.

Di luar arena Sirkuit MotoCross sebagai ajang Kejurnas Seri IX di Polewali Mandar ini, tampak hutan kota, buah karya Ali Baal Masdar dan diteruskan oleh Andi Ibrahim Masdar. (Foto: Andi Arwin)
Di luar arena Sirkuit MotoCross sebagai ajang Kejurnas Seri IX di Polewali Mandar ini, tampak hutan kota, buah karya Ali Baal Masdar dan diteruskan oleh Andi Ibrahim Masdar. (Foto: Andi Arwin)

Naldi (21), ikut manjat pohon. “Nonton di dalam arena kita bayar, sedangkan kalo manjat pohon gratis, samaji juga,” kata Naldi. “Uang tiket Rp 20 ribu perorang, kan mendingan manjat, uang tiket itu bisa dibelikan makanan atau rokok,” seloroh Naldi.

Sesuai informasi yang dihimpun laman ini, hari ini tiket yang dibagikan panitia sebanyak 2.000 lembar dengan harga pertiket Rp 20 ribu. Sedangkan di hari ke-2 (esok) terkonfirmasi harga pertiket Rp 30 ribu, dengan asumsi akan terjual habis sekitar 3000-an lembar tiket.

ANDI ARWIN

TINGGALKAN KOMENTAR