Muhammad Tasrib: Perusda Mesti Diberdayakan

290

TRANSTIPO.com, Polman – Anggota DPRD Sulbar dari Partai Hanura Muhammad Tasrib berbicara kepada laman ini di Rumah Jabatan Bupati Polman, beberapa hari lalu, tentang hasil kunjungan kerjanya di Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Tasrib mengatakan, study banding itu sebuah pembelajaran untuk diterapkan setelah kembali, bukan hanya disimpan di otak tapi mesti diejawantahkan.

“Negara dan daerah rugi jika kita diam saja seusai kunjungan kerja. Anggaran habis sekian banyak untuk kunjungan kerja. Makanya hasil kunjungan kerja itu mesti sosialisasikan, kita sampaikan kepada warga,” kata Tasrib.

Menurut Tasrib, kinerja Nawacita yang telah jadi paradigma pembangunan Jokowi-JK harus pula tergambar dalam visi dan misi bupati. Itu saya lihat di Surabaya, Jatim. Kemudian, di Surabaya itu kan kawasan Doly telah ditutup. Nah, apa yang dilakukan dan cara apa yang ditempuh oleh Pemkot Surabaya, itu kami tanyakan.

Rupaya, pemerintah di sana beri dukungan kepada warga yang tempat kerjanya ditutup itu. Mereka dapat dukungan dari APBD mereka. Termasuk Perusahaan Daerah (Perusda) perlu diberdayakan.

“Perusda itu bukan mencari uang tapi itu sebagai senjata mencari uang, bukan dia meminta dari pemerintah supaya dikasi fasilitas. Itu dicarikan program kerja supaya dapat diefektifkan kinerja Perusda itu sendiri. Kenapa Perusda dikenal masyarakat Surabaya, karena cara kerjanya bagus, eksekusinya juga tepat. Jadi kita perlu mencontoh orang yang sukses. Di Sulsel juga ada pak Nurdin Abdullah,” urai Tasrib.

Menurut Tasrib, Nurdin Abdullah bisa kembangkan perkebunan srowbery padahal notabennya di sana itu daerahnya kering. Semua bisa jadi pembelajaran bagi kita, janganlah ada gengsi untuk menanyakan kepada orang yang sukses.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR